Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Kendala, Pengembangan 5G Indonesia Jalan di Tempat

Pengembangan 5G di Indonesia dinilai jalan di tempat seiring dengan banyak kendala yang dihadapi.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  14:16 WIB
Banyak Kendala, Pengembangan 5G Indonesia Jalan di Tempat
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G - freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Adopsi teknologi jaringan 5G makin pesat di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, peminat perangkat yang mendukung teknologi generasi kelima itu pun terlihat cukup tinggi.

Sayangnya, pengembangan jaringan 5G di Indonesia bak jalan di tempat. Pasalnya, para operator yang menggelar jaringan tersebut masih mengalami banyak kendala.

"Apalagi untuk menggelar area cakupan 5G yang lebih luas dari sekarang ini, sehingga kita merasa satu tahun ini, pengembangan 5G di Indonesia seperti jalan di tempat," kata pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian, Selasa (26/7/2022).

Lucky sangat menyayangkan situasi ini mengingat perangkat gawai yang mendukung 5G makin banyak di pasaran. Tipenya beragam, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau.

Meski begitu, dia menyebut hal tersebut dapat dimengerti lantaran para operator masih terkendala dari segi ketersediaan pita frekuensi. Misalnya, 5G di low band, frekuensinya belum ada karena masih digunakan TV analog yang sedang dalam proses ditutup oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pindah jadi digital.

"Pita frekuensi di Sub-6 juga terbatas karena masih berbagi dengan 4G yang masih berjalan bagus. Pita mmWave masih menunggu lelang, dan ini penetrasinya hanya bisa dikota-kota yang padat," terang Lucky.

Lebih lanjut dia menilai, keseriusan aturan dari pemerintah juga menentukan kemajuan 5G di negara ini. Misalnya, sekarang ini dibutuhkan low band untuk 5G yang rencananya akan diambil dari frekuensi TV analog yang segera dimatikan.

Namun di sisi lain, sambungnya, stasiun-stasiun TV justru minta kebijakan ini diundur lagi, padahal sebelumnya sudah diundur dari 2021 ke 2022.

Bukan itu saja, menurut Lucky, pemerintah juga harus bersinergi dengan operator dalam merancang perluasan jaringan 5G, tidak boleh sendiri-sendiri dan harus win-win solution. Pemerintah memberikan kemudahan perizinan, biaya pita frekuensi yang lebih terjangkau, dan operator mengikuti rencana bersama ini dengan pengawasan pemerintah.

"Kalau tidak tegas, maka perkembangan jaringan 5G juga akan terkendala. Ini bukan berarti sekadar kecepatan internet saja, tetapi memasuki fase digital di setiap lini, seperti smart city, smart industry, robotic, edukasi, dan lainnya," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhamad Arif mengatakan penggelaran 5G sudah dicanangkan di enam provinsi dan lima destinasi super prioritas (DSP) yang terdiri dari Danau Toba, Sumatra Utara; Candi Borobudur, Jawa Tengah; Mandalika, NTB; Likupang, Sulawesi Utara; dan Labuan Bajo, NTT.

Menurutnya, pertumbuhan pengguna ponsel 5G di Indonesia akan jadi salah satu pemicu bagi penyelenggara jaringan seluler untuk terus menggelar 5G.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi 5G 5g gadget telekomunikasi kominfo kemenkominfo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top