Aksi Korporasi Terbesar Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Demi FMC 2023

Redaksi
Rabu, 27 Desember 2023 | 09:00 WIB
Mulai 1 Juli 2023, secara legal IndiHome akan resmi berada dalam pengelolaan Telkomsel. Kesepakatan integrasi IndiHome ke Telkomsel ini merupakan wujud nyata implementasi inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) TelkomGroup.
Mulai 1 Juli 2023, secara legal IndiHome akan resmi berada dalam pengelolaan Telkomsel. Kesepakatan integrasi IndiHome ke Telkomsel ini merupakan wujud nyata implementasi inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) TelkomGroup.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) gencan 'mencaplok' perusahaan internet rumah untuk melebarkan produk FMC sepanjang 2023.

Aksi akuisisi mereka lakukan untuk meraup pendapatan baru dari bisnis Fixed Mobile Convergence (FMC), di tengah perang harga yang sengit dan kejenuhan industri layanan seluler. 

Fixed Mobile Convergence (FMC) merupakan kemajuan teknologi yang menggabungkan dua teknologi berbeda, yakni layanan tetap (fixed) dan layanan seluler (mobile). Hal ini juga termasuk konten dalam satu paket atau membuat bentuk layanan terintegrasi dengan satu invoice di akhir tahun. 

Dari sisi teknis, penggabungan layanan broadband dan mobile akan membuat kedua jaringan dapat saling menopang ketika terjadi gangguan (down). Selain itu, bisnis ini menciptakan efisiensi di berbagai bidang termasuk belanja modal, pemasaran, dan teknologi sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang optimal. 

Berikut 3 Aksi Akusisi Terbesar Operator Seluler pada 2023:

 1. Telkomsel  

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), telah merencanakan serangkaian proyek pada tahun 2023 untuk meningkatkan kinerja masa depan diantaranya yakni fixed-mobile convergence (FMC), dengan menggabungkan dua teknologi yang berbeda yaitu teknologi seluler dan Wi-Fi menjadi satu bentuk layanan yang terintegrasi.  

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terkait FMC. 

Bahkan, kata dia, terdapat 23 dari 25 operator telekomunikasi terbesar dunia telah mengimplementasikan FMC. Tentunya hal ini menunjukkan inisiatif FMC merupakan langkah yang paling relevan dan telah membuahkan hasil yang terbukti.

Sementara itu, untuk biaya layanan kepada pelanggan maupun paket berlangganan yang dinikmati konsumen, saat ini tidak akan terdapat perubahan sesuai ketentuan pada kontrak yang telah disepakati antara pelanggan dan IndiHome. 

Indihome resmi berada dalam naungan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, tidak lagi di bawah manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) pada Sabtu (01/08/2023). 

Telkom dan Telkomsel telah menandatangani perjanjian pemisahan untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel.  

Selesainya integrasi IndiHome berarti kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel meningkat menjadi 69,9 persen, sementara Singtel di Telkomsel menjadi 30,1 persen. 

Perpindahan IndiHome ke Telkomsel juga menandai refocus bisnis dalam Telkom, khususnya segmen business-to-consumer (B2C) yang seluruhnya dikelola oleh Telkomsel. 

Pada saat yang sama, Telkom akan berusaha untuk menjadi pemimpin pasar di segmen business-to-business (B2B), yang merupakan sumber pendapatan baru yang potensial bagi pertumbuhan Telkom di masa depan.

Logo Telkomsel
Logo Telkomsel

2. XL Axiata 

XL Axiata menjadi operator pertama di Indonesia yang mengenalkan Fixed Mobile Convergence (FMC) kepada masyarakat Indonesia sejak 2021.  

Hal ini ditandai dengan diluncurkannya produk bernama XL SATU pada Senin (07/08/2023), telah menghadirkan layanan Internet rumah (fixed broadband) dan seluler (mobile broadband) dalam satu paket. Sehingga, dapat memudahkan pelanggan dalam mengakses internet baik di rumah maupun di luar rumah dalam satu langkah sederhana. 

XL SATU hadir dalam dua varian, yakni XL SATU Fiber, yang diluncurkan pada bulan Juni 2021, dan kemudian disusul XL SATU Lite. 

Dalam perkembangan mengembangkan FMC, XL Axiata dan Link Net mencapai kesepakatan yang tidak mengikat terkait pengalihan bisnis internet tetap, termasuk pengalihan 750.000 pelanggan Link Net ke XL Axiata.

Kesepakatan keduanya juga meliputi pembangunan jaringan baru 2 juta homepassed oleh Link Net yang akan dimanfaatkan oleh XL Axiata. 

Di sisi lain, tambahan  2 juta home passed juga akan membuat Link Net memilliki total 6,5 juta home passed, yang membuat perusahaan makin kuat dalam melayani pasar korporasi dan menjadi perusahaan FibreCo, perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi. 

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa layanan konvergensi perusahaan terus mendapat respons positif dari masyarakat, dan mengalami peningkatan permintaan yang besar untuk layanan FBB dan FMC. 

Dia meyakini kolaborasi antara XL Axiata dan Link Net akan membantu dalam memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan mendorong percepatan pertumbuhan layanan FBB dan FMC di Indonesia.

“Dengan memperluas infrastruktur jaringan dan layanan, kami akan lebih efektif menjangkau masyarakat Indonesia yang lebih luas, memenuhi kebutuhan dan preferensi konvergensi mereka yang terus berkembang untuk berbagai layanan fixed, mobile, dan konten,” kata Dian, dikutip Rabu (6/12/2023).  

Gedung XL Axiata
Gedung XL Axiata

3. Indosat 

PT Indosat Tbk. (ISAT) melalui Indosat HiFi tengah mempersiapkan pengembangan layanan fixed mobile convergence (FMC) untuk menyediakan layanan internet rumah yang 100% terkoneksi dengan fiber optik. 

Indosat berambisi memperluas jaringan fibernya dari 400.000 homepass menjadi 1,5 juta homepass.  

Dalam mendorong pertumbuhan FMC, PT Indosat Tbk. (ISAT) mengakuisisi aset MNC Play, anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV), yang membuat jumlah pelanggan internet rumah perusahaan melesat.

Aksi Korporasi Terbesar Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Demi FMC 2023

Setelah, akuisisi yang dilakukan telah membuat jumlah pelanggan fiber-to-the-home (FTTH) Indosat meningkat dari 20.000 menjadi hampir 350.000 pelanggan. 

Adapun dengan akuisisi ini juga membuat Indosat HiFi tidak hanya menawarkan layanan broadband, tetapi juga memberikan hiburan tambahan dari MNC Play.

Melalui akuisisi ini, pelanggan dapat menikmati dan memilih antara FTTH atau Internet Protocol Television Services (IPTV) maupun kedua layanan dalam satu paket yang sama. (Afaani Fajrianti)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper