Telkomsel Pacu Pertumbuhan Pelanggan IndiHome 2024, Tiru Taktik ISAT-EXCL?

Leo Dwi Jatmiko
Jumat, 22 Desember 2023 | 20:53 WIB
Warga melintasi iklan Telkomsel di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi iklan Telkomsel di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu pertumbuhan pelanggan pada 2024. Akankah meniru pertumbuhan anorganik PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL)?

Diketahui, Indosat telah mengakuisisi aset MNC Play, anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV), yang membuat jumlah pelanggan internet rumah perusahaan melesat. 

Akuisisi yang dilakukan telah membuat jumlah pelanggan fiber-to-the-home (FTTH) Indosat tumbuh dari 20.000 menjadi hampir 350.000 pelanggan. 

Sementara itu XL Axiata dalam  PT XL Axiata Tbk. dan PT Link Net Tbk. (LINK) mencapai kesepakatan yang tidak mengikat terkait pengalihan bisnis internet tetap, termasuk pengalihan 750.000 pelanggan Link Net ke XL Axiata.

Kesepakatan keduanya juga meliputi pembangunan jaringan baru 2 juta homepassed oleh Link Net yang akan dimanfaatkan oleh XL Axiata. 

Adapun Telkomsel hingga kuartal III/2023 telah melayani 8,5 juta pelanggan internet rumah. Jika dibandingkan dengan kuartal I/2023 atau saat dipegang Telkom, jumlah pelanggan internet rumah IndiHome lebih rendah. Pada kuartal I/2023, IndiHome melayani 9,4 juta pelanggan.

Mengenai akuisisi operator internet rumah, Vice President Home Broadband and FMC Consumer Marketing Telkomsel Dedi Suherman enggan menjawab, karena keputusan akuisisi atau mengejar pertumbuhan anorganik bukan diranahnya. 

“Saya tidak tahu, kurang ngerti’” kata Dedi kepada Bisnis, Jumat (22/12/2023). 

Dedi menjelaskan dalam mendorong pertumbuhan pelanggan internet rumah IndiHome tahun depan perusahaan akan berkolaborasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) selaku induk perusahaan. 

Selain itu, lanjutnya, Telkomsel juga akan membangun jaringan di lokasi-lokasi baru yang sedang berkembang (greenfield).

Untuk wilayah eksisting atau yang sudah tergelar jaringan serat optik IndiHome, kata Dedi, Telkomsel akan mendorong layanan IndiHome dan menjadi wilayah-wilayah tersebut sebagai prioritas penambahan pelanggan baru. 

“Kami juga menyiapkan produk yang kompetitif, Rp299.000 kapan determined ? kami buat harga yang lebih terjangkau, jadi nanti kalau tidak berlangganan akan rugi sendiri,” kata Dedi.

Sekadar informasi, dalam mendorong penetrasi IndiHome, Telkomsel membanderol paket Jitu-1 50 Mbps dengan harga Rp299.000 per bulan. Harga ini jauh lebih murah dari harga seharusnya, yang senilai Rp470.000 pada Februari 2023. 

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan harga berlangganan XL Home untuk kecepatan yang sama setelah PPN dikenakan tarif sebesar Rp331.000. MyRepublic 50 Mbps seharga 333.000 dan HiFi Indosat 50 Mbps seharga Rp275.000/bulan. 

Dedi mengatakan paket terjangkau tersebut masih akan didorong pada tahun depan untuk batas waktu yang perusahaan rahasiakan. 

“Intinya kami melihat selama masih diminati akan kami sediakan. Angka Rp299.000 tidak bisa kami sediakan di seluruh indonesia, karena ongkos dan hambatan berbeda-beda di setiap tempat. Paket terjangkau itu untuk di Jawa dan Bali,” kata Dedi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper