Ilmuwan Temukan Bongkahan Batu Granit Misterius di Bulan

Arlina Laras
Senin, 10 Juli 2023 | 11:12 WIB
Ilustrasi Bulan penuh/unsplash
Ilustrasi Bulan penuh/unsplash
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para ilmuwan telah menemukan formasi granit radioaktif yang besar di bawah permukaan sisi Bulan.

Menurut penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Nature, formasi batuan yang tak terduga memberi petunjuk bagi para peneliti tentang sejarah panjang Bulan kita.

Dilaporkan, keberadaan granit di bawah permukaan menunjukkan adanya sisi jauh Bulan yang kurang dipelajari, yang selalu menghadap jauh dari Bumi.

Sisi ini diduga pernah memiliki satu atau beberapa gunung berapi yang meletus sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu pada awal sejarah Bulan.

seorang profesor Universitas Methodist Selatan dan peneliti di Institut Sains Planet Matthew Siegler mengatakan bentuk granit besar yang ditemukan di Bumi biasanya terkait dengan kelompok gunung berapi yang besar.

Batolit sendiri merupakan endapan batuan beku bawah permukaan yang ditinggalkan oleh gunung berapi yang mendingin.

“Kami menemukan batolit di sisi Bulan ini jauh lebih besar daripada gunung berapi yang terlihat di permukaan Bulan,” sebutnya dilansir dari Futurism, Senin (10/7/2023)

Misalnya, pegunungan Sierra Nevada adalah contoh batolit yang merupakan sisa dari rantai vulkanik di bagian barat Amerika Serikat yang telah ada sejak lama.

Dalam penelitian ini, para peneliti pun menggunakan frekuensi gelombang mikro untuk mengukur aktivitas panas bumi dari endapan radioaktif di Bulan guna menentukan susunan kimianya.

Dari data yang diperoleh, para peneliti dapat menyimpulkan bahwa endapan tersebut mengandung unsur radioaktif tertentu yang hanya dapat dikaitkan dengan granit.

Hasilnya pun sedikit mengejutkan karena wilayah Bulan di mana batuan misterius ini ditemukan, yang sering disebut sebagai "anomali" Compton-Belkovich, mengandung kompleks vulkanik yang sudah diketahui namun jarang mengandung granit.

Bongkahan granit yang baru ditemukan pun memiliki ukuran raksasa, dengan diameter lebih dari 30 mil atau sekitar 48.27 kilometer.

Ukuran yang mengejutkan ini, serta luasnya penyebaran geografis fitur granit ini, mengindikasikan adanya sistem granitik di Bulan yang mirip dengan yang ada di Bumi, tetapi dengan skala yang lebih besar daripada yang sebelumnya diyakini.

Penemuan ini pun menyiratkan adanya formasi granit yang luas dan kompleks di Bulan yang menyerupai sistem granitik di Bumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Arlina Laras
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper