Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebelum IPO, Startup Unikorn Perlu Tingkatkan Kinerja

Startup unikorn dinilai perlu meningkatkan kinerja untuk bisa menggaet pemain saham Indonesia sebelum memutuskan untuk IPO.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  10:16 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Para startup unikorn yang akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dinilai tetap perlu meningkatkan kinerja keuangan yang dimilki. Valuasi yang dimiliki dinilai kurang kuat untuk meyakinkan pasar agar membeli saham unikorn.

Ketua Bidang Industri Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) M. Tesar Sandikapura berpendapat para pemain saham di pasar Indonesia berbeda dengan di Amerika Serikat.

Perusahaan teknologi dapat berkembang lebih pesat di pasar saham Amerika Serikat disebabkan budaya orang Amerika yang gemar berinvestasi, termasuk investasi di instrument dengan risiko tinggi. Sementara, orang Indonesia cenderung lebih konservatif, dengan lebih melihat pada kinerja nyata perusahaan dibandingkan dengan valuasi.

“Animo ini yang mungkin belum tentu ditemukan di pasar Indonesia,” kata Tesar kepada Bisnis.com, Sabtu (13/2/2021).

Tesar menambahkan valuasi triliunan rupiah yang dihembuskan oleh unikorn selama ini adalah valuasi pada 5--10 tahun ke depan (Discounted Cash Flow Method), bukan valuasi yang dibukukan saat ini. Valuasi tersebut pun kemungkinan akan turun akibat pandemi yang menghantam seluruh sektor termasuk dagang-el dan transportasi online.

“Harusnya ada penurunan valuasi untuk beberapa perusahaan seperti dagang-el dan transportasi online berdarah-darah, yang naik mungkin seperti telekonsultasi kesehatan, farmasi, aplikasi video dan telekomunikasi,” kata Tesar.

Sementara itu, Ketua Bidang Startup Bisnis Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) James Fallahudin berpendapat upaya perusahaan unikorn untuk melakukan IPO di tengah pandemi cukup berat. Pasalnya kondisi perekonomian yang secara umum sedang dalam kondisi resesi, mempengaruhi perilaku investor dalam negeri dalam berinvestasi.

James juga menilai bursa di Indonesia belum tertarik untuk menerima perusahaan unikorn, terlebih jika performa keuangannya masih merugi, meskipun valuasinya tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top