Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Infrastruktur Telekomunikasi Perkotaan Sering Kena Vandalisme

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menuturkan aksi vandalisme infrastruktur telekomunikasi kerap terjadi di perkotaan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  14:06 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menyampaikan aksi vandalisme merupakan salah satu tantangan yang tak kunjung teratasi dalam penggelaran jaringan. Aksi vandalisme telah terjadi secara merata tidak hanya di daerah rural, juga di daerah padat penduduk seperti di pemukiman dan perkotaan.

Ketua Umum Apjatel Muhammad Arif mengatakan aksi vandalisme tidak hanya terjadi di daerah rural di Papua, beberapa kawasan di kota-kota besar juga kerap terjadi. Beberapa infrastruktur telekomunikasi milik anggota Apjatel pernah menjadi korban aksi vandalisme, umumnya infrastruktur yang dicuri adalah tiang gantung kabel udara dan gulungan kabel.

“Di Bali dan di Medan ada laporan tahun lalu tiang hilang, kabelnya diletakan saja. Harga satu tiang sekitar Rp150.000–Rp1 juta,” kata Angga kepada Bisnis.com, Kamis (21/1/2021).

Di samping itu, sambungnya, dalam satu hari jumlah tiang yang hilang bisa mencapai 3–5 tiang. Diduga, pencurian dilakukan secara terencana.

Arif mengatakan aksi vandalisme berupa pencurian, tidak hanya terjadi ketika infrastruktur telekomunikasi telah terpasang. Dalam beberapa kasus pencurian dilakukan saat penyelenggara akan menggelar jaringan.

Bahkan, kata dia, gulungan kabel telekomunikasi yang diletakan di sisi jalan dapat hilang dalam sekejap, saking cepatnya pencuri melakukan aksinya. Adapun, untuk pencurian kabel, per satu gulung kabel besar nilainya diperkirakan lebih dari Rp150 juta.

“Kami hanya meleng sebentar, sudah hilang gulungan kabel. Kalau pelaku sudah niat susah untuk mencegahnya,” kata Arif.

Arif mengatakan untuk mengantisipasi kasus vandalisme para anggota Apjatel umumnya melakukan patrol. Langkah ini tidak sepenuhnya efektif, kabel serat optik yang digelar sangat panjang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top