Dengan Aplikasi RateS, Jualan di Medsos Tak Butuh Modal

RateS bertindak sebagai perantara pedagang mikro dan pemasok dengan mencari produk langsung dari pemasok, serta menangani manajemen inventori dan logistik.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  18:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Rate, perusahaan rintisan dagang-el asal Singapura, meluncurkan aplikasi mobile terbaru mereka yang bernama RateS. Aplikasi yang berbasis social commerce ini memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk memulai bisnis online mereka dan menjual berbagai barang tanpa memerlukan modal awal.

Co-Founder dan CEO Rate Jake Goh menjelaskan, RateS bertindak sebagai perantara pedagang mikro dan pemasok dengan mencari produk langsung dari pemasok, serta menangani manajemen inventori dan logistik. Para pengguna aplikasi hanya perlu melakukan penjualan dan pemasaran produk-produk yang mereka temukan di RateS.

“Masyarakat Indonesia memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi, dan kami ingin mendorong lebih banyak orang untuk memulai bisnis mereka sendiri. Kami melihat peluang untuk membantu mereka memulai bisnis tanpa butuh modal dan inventori,”ujarnya, seperti dikutip, Rabu (12/6/2019).

Dia menambahkan, pengguna dapat menelusuri katalog produk di RateS dan memilih produk yang ingin mereka masukkan ke toko online mereka di aplikasi RateS. Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan jaringan sosial mereka dan membagikan detail produk secara langsung ke media sosial mereka.

Selanjutnya, pedagang mikro dapat menentukan harga akhir dari produk yang mereka jual dan mendapatkan laba dari hasil penjualan mereka. Setelah pesanan berhasil dilakukan, produk akan dikirimkan langsung oleh pemasok ke pembeli.

“Pengguna aplikasi kami dapat menjual berbagai barang melalui media sosial dan mendapatkan penghasilan tambahan hanya dalam hitungan menit,” ungkapnya. 

Menurutnya, aplikasi baru ini bertujuan  menciptakan infrastruktur bagi pedagang mikro yang ingin memulai bisnis online mereka tanpa modal dan inventori produk. RateS akan menangani semua logistik, customer support, pengiriman dan pembayaran.

Saat ini, aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis, tetapi ke depannya perusahaan akan meluncurkan program keanggotaan premium tempat setiap anggota mendapatkan akses ke kategori produk ekslusif dan lebih banyak konten pembelajaran.

Dia mengungkapkan,  saat ini  pengguna aplikasi RateS bisa menemukan lebih dari 50.000 barang grosir mulai dari pakaian, aksesori, hingga perawatan bayi. Bekerja langsung dengan para pemasok, RateS bertindak sebagai kanal distribusi tambahan dan membantu pemasok untuk menjangkau lebih banyak pelanggan secara mudah.

Jake menilai model bisnis factory-to-consumer ini tidak memerlukan banyak perantara dalam rantai pasoknya dan dapat mengurangi biaya yang dibebankan pada pelanggan akhir.

 Sebagai gambaran, Rate didirikan pada tahun 2016 di Singapura. Melalui fokusnya untuk menjadikan transaksi dagang-el lintas negara lebih efisien dan mudah diakses, perusahaan mengklaim berhasil merevolusi lanskap dagang-el di Asia Tenggara dengan dua produknya: RateX dan RateS. Pada Maret 2019.

Perusahaan rintisan ini  lulus dari program PayPal Incubator di Singapura. Sebelumnya, Rate telahmendapatkan investasi sebesar US$2,3 Juta  dari Alpha JWC Ventures dan Insignia Ventures Partners pada babak investasi pra-serie A.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce, alpha jwc

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top