EV Growth Himpun Dana Kelolaan Rp2,9 Triliun

Beberapa investor yang terlibat di dana kelolaan tersebut adalah SoftBank Group Corp. yang didirikan oleh Masayoshi Son, divisi private equity Temasek yaitu Pavilion Capital, dan Indies Capital.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  12:22 WIB
EV Growth Himpun Dana Kelolaan Rp2,9 Triliun
Tim EV Growth. - dok. East Ventures

Bisnis.com, JAKARTA — EV Growth mengakhiri penghimpunan modal setelah berhasil mengumpulkan US$200 juta atau sekitar Rp2,9 triliun ke dalam dana kelolaan pertama mereka, yang ditujukan untuk mendukung perekembangan startup tahap lanjutan di wilayah Asia Tenggara.

Dana US$200 juta yang dikumpulkan dalam dana kelolaan pertama EV Growth melampaui target awal yang hanya US$150 juta. Beberapa investor yang terlibat di dana kelolaan tersebut adalah SoftBank Group Corp. yang didirikan oleh Masayoshi Son, divisi private equity Temasek yaitu Pavilion Capital, dan Indies Capital.

EV Growth diluncurkan pada Maret 2018 sebagai perusahaan investasi hasil kolaborasi East Ventures, divisi investasi ventura milik Sinarmas yaitu SMDV, dan divisi investasi Yahoo! Japan yaitu YJ Capital Inc. Perusahaan investasi ini fokus untuk mendanai startup pada tahap pertumbuhan di Indonesia dan negara lainnya.

Pengelola EV Growth adalah Willson Cuaca dari East Ventures, Roderick Purwana dari SMDV, dan Shinichiro Hori dari Yahoo! dengan Batara Eto sebagai penasihat.

Willson mengatakan bahwa seluruh investor di EV Growth adalah pemodal minoritas sehingga Willson, Roderick, dan Hori tetap mengendalikan keputusan pengucuran modal dari dana kelolaan.

“Tiga orang pengelola tetap punya kontrol penuh,” katanya kepada Bisnis pada Jumat (31/5/2019).

Keberhasilan untuk menghimpun dana lebih besar dari target, lanjut Willson, membuat EV Growth bisa mendanai lebih banyak startup dengan nilai pendanaan pada kisaran US$5 juta—US$20 juta.

Willson mengatakan sampai saat ini pengelola telah menyalurkan 40% dana dari dana kelolaan pendanaan tahap pertama EV Growth dengan nilai sekitar US$80 juta ke 12 startup, yang 90% di antaranya berasal dari Indonesia.

Beberapa perusahaan yang telah masuk menjadi portofolio EV Growth adalah perusahaan teknologi penyedia produk kecantikan Sociolla, perusahaan media IDN Media, penyedia layanan kasir (point of sale) berbasis mobile dan tekologi finansial lain Moka, perusahaan teknologi ritel mikro Warung Pintar, dan startup teknologi pendidikan Ruangguru.

Hingga saat ini, EV Growth telah menginvestasikan 40% dari total dana investasi mereka kepada 12 startup, yang 90% di antaranya berasal dari Indonesia.

Hori mengatakan bahwa, sebagai perusahaan investasi hasil kolaborasi, EV Growth memberikan nilai tambah kepada startup yang berada di portofolilonya yaitu jaringan dan keahlian baik dari perusahaan yang tergabung sebagai investor, induk perusahaan para investor, maupun afiliasi mereka yang telah berpengalaman di pasar global.

Roderick mengatakan kombinasi dari East Ventures, SMDV, dan YJ Capital memungkinkan EV Growth untuk memanfaatkan jaringan grup Sinarmas lebih jauh demi mendukung ekosistem startup di Indonesia dan Asia Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
east ventures

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top