China Balas AS, Blokir Cip Intel dan AMD Cs di Komputer Pemerintah

Ni Luh Anggela
Senin, 25 Maret 2024 | 09:52 WIB
Logo Intel di balik cahaya LED, foto diambil 5 Januari 2018./Reuters-Dado Ruvic
Logo Intel di balik cahaya LED, foto diambil 5 Januari 2018./Reuters-Dado Ruvic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Shina akan menghapus mikroprosesor asal Amerika Serikat, Intel dan AMD dari komputer pribadi dan server pemerintah seiring dengan meningkatnya kampanye Beijing untuk menggantikan teknologi asing dengan teknologi dalam negeri.

Beijing juga berupaya untuk mengesampingkan sistem operasi Microsoft Windows dan perangkat lunak database buatan luar negeri, dan lebih memilih beralih ke produksi dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya lokalisasi paralel yang tengah dilakukan di perusahaan-perusahaan milik negara.

Melansir Financial Times, Senin (25/3/2024), aturan pembelian teranyar ini mewakili langkah paling signifikan China dalam membangun pengganti teknologi asing di dalam negeri dan mencerminkan langkah yang sama di Amerika Serikat ketika ketegangan meningkat di antara kedua negara.

Semakin banyak perusahaan China yang dijatuhi sanksi oleh Washington dengan dalih keamanan nasional, memberlakukan undang-undang untuk mendorong lebih banyak teknologi yang diproduksi di Amerika Serikat dan memblokir ekspor chip canggih dan peralatan terkait ke China.

Adapun, para pejabat setempat mulai mengikuti pedoman PC, laptop, dan server yang baru pada tahun ini, seiring diumumkannya pedoman baru pada 26 Desember 2023 oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.

Pada hari yang sama, lembaga pengujian negara, Pusat Evaluasi Keamanan Teknologi Informasi China, menerbitkan daftar pertama prosesor dan sistem operasi yang “aman dan andal”, semuanya berasal dari perusahaan China.

Di antara 18 prosesor, yang disetujui adalah chip dari Huawei dan grup Phytium yang didukung negara. Keduanya masuk dalam daftar hitam ekspor Washington. Pembuat prosesor China menggunakan campuran arsitektur chip termasuk Intel x86, Arm, dan buatan sendiri, sedangkan sistem operasinya berasal dari perangkat lunak Linux.

Perubahan pengadaan yang dilakukan Beijing adalah bagian dari strategi nasional untuk autarki teknologi di sektor militer, pemerintahan, dan negara yang dikenal sebagai xinchuang atau “inovasi aplikasi TI”. 

Standar tersebut “adalah instruksi nasional pertama yang rinci dan jelas untuk mempromosikan xinchuang,” kata seorang pejabat pemerintah daerah yang mengelola substitusi sistem TI.

Badan Usaha Milik Negara juga diminta oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara, untuk menyelesaikan transisi teknologi ke penyedia dalam negeri pada 2027, menurut dua orang yang diberi penjelasan mengenai masalah tersebut.

Sejak tahun lalu, kelompok-kelompok negara mulai melaporkan setiap kemajuan mereka dalam membenahi sistem TI mereka, meskipun beberapa teknologi asing akan diizinkan untuk tetap ada, kata sumber tersebut.

Langkah yang dipimpin negara untuk menjauhi perangkat keras asing akan melemahkan perusahaan-perusahaan AS di China, dimulai dengan pembuat prosesor PC yang dominan di dunia, Intel dan AMD.

China merupakan pasar terbesar Intel tahun lalu, menyumbang 27% dari penjualan Intel senilai US$54 miliar dan 15% dari penjualan AMD senilai US$23 miliar.

Microsoft tidak membagi penjualan di China tetapi presiden Brad Smith tahun lalu mengatakan kepada Kongres AS bahwa negara tersebut menyumbang 1,5% pendapatan.

Baik, Microsoft, Intel, dan AMD menolak berkomentar terkait kebijakan China tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Ni Luh Anggela
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper