Duh, Industri Gim RI Tertinggal 40 Tahun dari Negara Lain

Crysania Suhartanto
Kamis, 22 Februari 2024 | 11:00 WIB
Perempuang sedang bermain game dengan internet WiFi yang cepat dan stabil.
Perempuang sedang bermain game dengan internet WiFi yang cepat dan stabil.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan developer gim asal Indonesia Agate dan Digital Happiness mendukung regulasi terkait pembuatan tim percepatan industri gim Indonesia, mengingat investasi gim di RI tertinggal 4 dekade atau 40 tahun dari negara lain.

Founder studio games Dreadout, Digital Happiness Rachmad Imron mengatakan peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi industri gim di Indonesia. 

Menurutnya, industri Indonesia saat ini sudah cukup tertinggal dari negara-negara maju yang sudah mulai sejak 4 dekade lalu. 

“Untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju yang sudah berjalan selama 4 dekade lalu, memang peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk melakukan percepatan alih teknologi, keahlian, SDM, dan investasi,” ujar Imron kepada Bisnis, Rabu (21/2/2024).

Diketahui, Presiden Joko Widodo resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) No.19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Berdasarkan dari sumber yang diterima Bisnis, regulasi inipun berisi tentang pembentukan tim percepatan pengembangan industri gim nasional, yang bertugas untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi, dan mengarahkan langkah dan kebijakan untuk penyelesaian permasalahan dan hambatan. 

Kemudian, tim tersebut juga menyusun strategi implementasi komunikasi publik secara komprehensif, melakukan monitoring dan evaluasi, serta memberikan rekomendasi mengenai perubahan Program Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Oleh karena itu, Imron berharap pemerintah terus melibatkan semua pelaku industri gim lokal dan stakeholder untuk mengawal proses pelaksanaan Perpres secara transparan dan berkeadilan.

“Harapan kami dengan adanya perpres ini tentunya secara umum bisa meningkatkan daya saing developer gim lokal ke kancah global dan tentunya bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri, tidak hanya sebagai konsumen namun sebagai produsen,” ujar Imron.

Senada, Co-founder dan CEO Agate Shieny Aprilia mengatakan peraturan ini akan memberikan dampak baik tidak hanya bagi pelaku bisnis nasional termasuk Agate, tetapi industri game nasional secara umum. 

“Kami melihat pemerintah berupaya untuk membantu mengembangkan industri game secara holistik tidak hanya fokus pada pengembangan sumber daya manusia saja tetapi didukung dengan beberapa program penting lainnya,” ujar Shieny.

Shieny pun mengapresiasi beberapa rencana program yang dibuat pemerintah, seperti pembukaan akses pembiayaan dan permodalan, peningkatan promosi dan pembukaan akses pasar, hingga penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan kompetitif.

Lebih lanjut, Shieny juga menyebut pemerintah juga akan membangun industri perangkat keras untuk game nasional serta mengaktivasi game nasional di kawasan regional dan global. 

Oleh karena itu, Shieny optimistis keberadaan Perpres ini akan membuat industri game nasional akan lebih baik lagi dan dapat meningkatkan penguasaan pangsa pasar di dalam negeri maupun pangsa pasar global.

Dikutip dari Perpres No.19/2024, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pasar potensial untuk industri gim dengan pertumbuhan yang pesat. Berdasarkan data Newzoo tahun 2021, pada tahun 2020 penerimaan industri gim dari Indonesia mencapai US$1,74 miliar atau setara dengan Rp25 triliun.

Oleh itu, kalau dikembangkan, industri gim Indonesia bisa menempati peringkat ke-16 pasar gim dunia. Diketahui berdasarkan data yang sama, pada 2025, pasar gim di Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp36 triliun. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper