Produsen Gim Unity PHK 1.800 Pekerja, Fokus Bisnis Inti

Rahmad Fauzan
Selasa, 9 Januari 2024 | 19:58 WIB
Pengguna bermain game di smartphone saat liburan natal dan tahun baru
Pengguna bermain game di smartphone saat liburan natal dan tahun baru
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Awal 2024 menjadi periode kurang baik bagi pelaku industri gim (game). Produsen gim global kenamaan, Unity, bakal kembali melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 25% karyawan perusahaan atau sekitar 1.800 orang.

Mengutip The Verge, perusahaan menyatakan langkah itu dilakukan seiring dengan restrukturisasi dan upaya Unity kembali fokus bisnis inti, serta mengejar pertumbuhan jangka panjang dan keuntungan.

Direktur Hubungan Masyarakat Unity Kelly Ekins menjelaskan keputusan tersebut diambil perusahaan dengan berat hati dan mengucapkan terima kasih terhadap karyawan yang terkena dampak.

“Hari ini, sebagai bagian dari pengaturan ulang perusahaan yang diuraikan dalam Surat Pemegang Saham 9 November 2023, Unity mengambil keputusan sulit pengurangan tenaga kerja sekitar 25% dari total tenaga kerja di semua tim,” kata Ekins dikutip Bisnis.com, Selasa (9/1/2024).

Unity, yang dikenal karena beberapa gim populer seperti Fall Guys dan Pokémon Go, sebelumnya melakukan PHK terhadap 265 pekerja pada November 2023. Namun, ini hanyalah salah satu perusahaan gim besar yang terkena PHK selama setahun terakhir.

Epic Games, EA, Naughty Dog, dan banyak pengembang lainnya telah melakukan PHK yang berdampak pada lebih dari 9.000 orang di industri ini pada 2023.

Tidak hanya itu, masalah di industri gim juga meluas hingga ke Pemilik TikTok, ByteDance. Perusahaan pada hari Selasa mengatakan pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan beberapa calon pembeli aset gimnya. Termasuk, perusahaan video gim terbesar, Tencent.

Pembicaraan sedang berlangsung antara kedua perusahaan, tetapi belum ada kesepakatan yang tercapai, kata juru bicara ByteDance kepada Reuters, seperti dikutip Bisnis.com pada Selasa (9/1/2024).

Sebagai informasi, ByteDance mengatakan akan merombak Nuverse dan mundur dari bisnis gim untuk fokus pada bisnis intinya pada November tahun lalu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan 5 tahun setelah perusahaan memulai terobosan besarnya ke pasar video gim global dengan nilai mencapai US$185 miliar.

Terkait dengan langkah ini, ByteDance diberitakan berhenti mengerjakan gim yang belum dirilis dan berencana mendivestasi judul yang sudah diluncurkan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper