Bisnis Cloud Hasilkan Cuan Jutaan Dolar, Peluang bagi Anak Muda

Kahfi
Kamis, 8 Februari 2024 | 04:09 WIB
Devoteam G Cloud Indonesia merupakan salah satu pemain industri komputasi awan yang tengah berkembang di Indonesia, membuka peluang bagi anak muda.
Devoteam G Cloud Indonesia merupakan salah satu pemain industri komputasi awan yang tengah berkembang di Indonesia, membuka peluang bagi anak muda.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dunia digital melahirkan banyak peluang bagi anak-anak muda Indonesia.  Kuncinya, penguasaan teknologi, cermat membaca tren, hingga keuletan bisa mengail profit yang cukup besar.

Seperti kisah seorang pengusaha muda asal Jakarta yang merintis bisnis di bidang IT, Hendrawan Deny Ardiyatman.

Pria berusia 35 tahun ini merupakan seorang Country Director dari Devoteam G Cloud Indonesia, sebuah perusahaan konsultan IT ternama yang merupakan partner Google Cloud dan mengoptimalkan teknologi Google Cloud.

Devoteam G Cloud bisa membangun beragam inovasi dan transformasi digital sebagai bentuk solusi atau servis di berbagai lanskap, seperti perbankan, transportasi, telekomunikasi, hingga kesehatan. Beberapa layanan Devoteam G Cloud di antaranya adalah cloud solution, data analytic, artificial intelligence dan machine learning.

Devoteam G Cloud merupakan perusahaan multinasional asal Prancis yang sudah hadir sejak satu dekade lalu dan tersebar di lebih dari 20 negara. Beragam penghargaan Google Cloud Partner telah diraih oleh Devoteam G Cloud.

Meski di Tanah Air baru berusia 4 tahun, tetapi Devoteam G Cloud Indonesia mampu menarik perhatian global berkat prestasinya. Sederet pelanggan dari berbagai industri sudah dikantongi, penjualannya pun terus melejit secara signifikan.

Hingga pada 2021 lalu, Hendrawan Deny Ardiyatman telah memperoleh penghargaan sebagai “Top Achiever for Enterprise Digital Native Segments” di Google Cloud Indonesia. Pria yang akrab disapa Ardi ini juga berhasil meraih penghargaan “2022 Google Cloud Partner All Star” di Region Asia Pacific (APAC), berkat kegigihannya meningkatkan penjualan.

Untuk sampai berada di posisi ini, bukanlah sesuatu yang mudah bagi Hendrawan Deny Ardiyatman. Pria yang akrab disapa Ardi ini bukanlah seseorang yang berlatar belakang pendidikan bisnis atau manajemen.

Dia lahir di keluarga sederhana, bukan keluarga pebisnis yang menyelimutinya dengan sederet privilege. Dengan mimpi yang besar, dia terus meningkatkan kualitas diri dengan berbagai wawasan baru, sertifikasi, dan ketekunan di dunia teknologi, bidang yang ia cintai.

“Sejak lulus kuliah, saya sudah bertekad mau jadi seorang entrepreneur, tapi tentu saja perjalanannya tidak mulus. Saya sempat membangun bisnis IT bersama teman-teman yang berlokasi di Yogyakarta, tapi hanya bertahan 2 tahun. Kemudian saya sempat menjadi karyawan di berbagai perusahaan dengan industri yang berbeda-beda, namun akhirnya saya kembali ke dunia IT, karena passion saya memang di sini. Saya percaya bahwa industri teknologi tidak akan mati. Ini adalah sektor yang akan terus berkembang, masih ada banyak kemungkinan dan kesempatan baru dari sektor ini,” jelasnya.

Mengawali Devoteam G Cloud pada tahun 2019, Ardi hanya melakukannya sendiri, lalu beberapa bulan kemudian seorang temannya bergabung. Kini, sang perusahaan sudah bertumbuh pesat dan memiliki lebih dari 50 karyawan sampai tahun 2024 ini.

Dengan pendapatan yang terus meningkat serta beragam penghargaan, Devoteam G Cloud Indonesia telah banyak memperoleh kepercayaan dari Devoteam G Cloud global, Google, dan sederet klien. Valuasi perusahaan juga terus merangkak naik. Pada tahun 2023 silam, valuasi Devoteam G Cloud Indonesia bahkan mencapai 15 juta USD.

“Awalnya, Devoteam G Cloud Indonesia hanya menguasai pasar digital native, namun kami terus belajar dan mengatur strategi, hingga kini kami dapat merangkul sektor traditional enterprise sebagai customer kami. Dengan pengalaman Devoteam yang telah melakukan implementasi transformasi digital di berbagai sektor industri, kami memiliki banyak study cases yang terbukti dapat membantu atau meningkatkan performa bisnis para customer. Potensi bisnis cloud sangat besar di Indonesia, saya optimistis industri teknologi memiliki masa depan yang cerah,” papar pria lulusan Universitas Indonesia ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Kahfi
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper