AWS Investasi Rp242,8 Triliun di Jepang, Perluas Pasar Cloud Asia Pasifik

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 23 Januari 2024 | 15:45 WIB
Para peserta berjalan melewati papan petunjuk untuk Amazon Web Services (AWS) Summit di San Francisco, California, AS/Bloomberg
Para peserta berjalan melewati papan petunjuk untuk Amazon Web Services (AWS) Summit di San Francisco, California, AS/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa teknologi Amerika Serikat, Amazon Web Services (AWS), berencana investasi US$15,5 miliar atau Rp242,8 triliun (kurs: Rp15.667) selama 5 tahun ke depan di Jepang, untuk memperkuat pasar pusat data mereka di wilayah Asia Pasifik.  

Hal ini akan membantu Amazon dalam mendukung pertumbuhan pesat volume data yang ditangani oleh jaringan Amazon, yang sebagian besar dipicu oleh upaya untuk mengembangkan, melatih, dan menerapkan model AI dalam skala besar.

“Investasi kami pada infrastruktur cloud menghasilkan dampak di seluruh industri Jepang, termasuk sektor publik dan pemerintah,” kata Presiden AWS Jepang Tadao Nagasaki dilansir dari Register, Selasa (23/1/2024). 

Dia menambahkan langkah ini juga akan membantu lebih banyak organisasi di Jepang dalam mengakses dan mengadopsi teknologi digital baru yang sedang berkembang dan bersifat transformasional, seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin.

Ini merupakan kali kedua dalam 15 tahun terakhir, AWS berinvestasi di pasar Jepang. Antara 2012 dan 2022, Amazon telah menginvestasikan 1,51 triliun yen (sekitar US$10 miliar) untuk membangun dua wilayah cloud di Tokyo dan Osaka. 

Amazon belum mengklarifikasi apakah investasi terbaru ini akan memperluas pusat data yang ada dan/atau pembentukan wilayah cloud tambahan di negara tersebut.

AWS memperkirakan pembangunan ini akan menyumbang sekitar US$37,8 miliar terhadap produk domestik bruto Jepang, yang saat ini berjumlah sekitar $4,9 triliun.

Menteri Digital Jepang Takuya Hirai memuji peluang ekonomi yang diciptakan oleh rencana pembangunan Amazon. 

“Pembangunan infrastruktur digital di Jepang adalah kunci untuk memperkuat daya saing industri di negara ini, dan pusat data memainkan peran penting untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.

Petualangan Amazon di Jepang menandai investasi skala besar terbaru raksasa cloud tersebut di kawasan Asia Pasifik. Musim semi lalu, AWS mengumumkan akan menginvestasikan 1,05 triliun rupee ($12,7 miliar) untuk memperluas kehadirannya di India.

Amazon bukan satu-satunya yang melihat nilai ini di kawasan APAC. Maret lalu, Google mengumumkan fasilitas pusat data pertamanya di Jepang yang berlokasi di Inzai.

Sementara itu, Microsoft telah mengoperasikan pusat data di Jepang sejak tahun 2014 dan juga terus berkembang.

Redmond baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga yang tinggi di sebagian besar wilayah Asia, dengan pelanggan Jepang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 20 persen pada penawaran cloud dan on-prem ketika hal tersebut mulai berlaku pada bulan April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper