Tech Winter dan Ambisi Investor Kubur Zenius yang Telah 20 Tahun Beroperasi

Crysania Suhartanto
Jumat, 5 Januari 2024 | 12:30 WIB
Logo Zenius/dok. tangkapan layar X.com
Logo Zenius/dok. tangkapan layar X.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Startup edukasi-teknologi Zenius memutuskan tutup sementara usai 20 tahun beroperasi di Indonesia, karena tantangan operasional. Menyisakan pertanyaan mengenai masa depan startup edukasi lainnya. 

Zenius mengawali perjalanan mereka dengan cukup cemerlang. Pada Juli 2020, Zenius menyambut tahun ajaran 2020/2021, dengan melakukan rebranding, mengubah logo, visual, dan tagline mereka untuk menandai evolusi merek.

Setahun setelahnya, Alpha JWC, modal ventura yang juga mendanai Kopi Kenangan bekerja sama dengan modal ventura asal Singapura, OpenSpace Venture pun menyuntikan pendanaan pra-seri B. 

Satu tahun setelahnya, Zenius kembali mendapatkan suntikan dana dari MDI Ventures, modal ventura milik Telkom untuk jumlah yang tak disebutkan. 

Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan lebih lanjut dan perluasan ekosistem pembelajaran Zenius. 

Namun rupanya, apa daya pendanaan yang masuk tersebut tak mampu menyelamatkan Zenius di tengah musim dingin perusahan teknologi yang banyak mengguncang startup teknologi.

Pada Agustus 2022, platform edutech tersebut sempat berusaha untuk bertahan dengan melakukan reorganisasi dan memangkas jumlah karyawan dengan jumlah yang dikabarkan mencapai ratusan.

Namun, perampingan itu tidak berhasil menyelamatkan perusahaan, sampai pada Januari 2024, Zenius memutuskan berhenti beroperasi.

Memang, Zenius mengatakan penutupan bisnis mereka disebabkan oleh tantangan operasional. Namun, masih belum diketahui kesalahan apa yang terjadi dalam bisnisnya ataupun eksternal karena musim dingin teknologi (tech winter)

Jika mengacu pada laman Simplicable, tech winter adalah periode saat investor mengurangi minat dan investasi pada sektor teknologi. Padahal, pada 2022 Zenius baru mendapatkan suntikan dana, yang memang tidak diketahui jumlahnya.

Saat bertanya dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup di Indonesia, asosiasi yang juga menaungi MDI Venture dan Alpha JWC, Ketua Umum Amvesindo Eddi Danusaputra mengaku tidak tahu alasan penutupan Zenius. 

Namun, Eddi mengatakan jika perusahaan sudah berusia lebih dari 10 tahun idealnya sudah mendapatkan profit. Meski hal itu tidak berlaku secara umum atau untuk seluruh startup. 

“Kami para investors tidak pakai ukuran berapa tahun, tapi secara umum, jika sudah cukup lama (misalnya di atas 10 tahun) idealnya sudah profitable atau ada path to profitability,” ujar Eddi kepada Bisnis, Kamis (4/1/2023)

Lebih lanjut, Eddi juga mengaku hampir semua startup tengah kesulitan karena kondisi ekonomi makro, seperti suku bunga yang tinggi dan tech winter. 

Pengamat teknologi sekaligus Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) Tesar Sandikapura menilai permasalahan profit ini merupakan kesalahan modal ventura.

Menurutnya, saat ini banyak modal ventura yang terus mendesak perusahaan rintisan untuk berekspansi dan meningkatkan valuasi setelah mendapatkan gelontoran dana, tanpa memikirkan kebutuhan pasar. 

Padahal, Tesar mengatakan dana yang disuntikkan itu suatu saat bisa habis. Alhasil, ketika hal itu terjadi dan perusahan belum memiliki profit, mereka bisa collapse.

“Mereka (modal ventura) yang menyuntikan duit, tetapi mereka tidak mau prediksi bahwa duit ini digunakan untuk dapat bertahan atau yang penting ke depannya valuasi perusahaan bisa dua kali lipat karena gue (modal ventura) mau exit,” ujar Tesar kepada Bisnis, Kamis (4/1/2023).

Sebagai informasi, Zenius bukan satu-satunya startup yang gulung tikar setelah menerima suntikan dana. Sebut saja startup B2B barang FMCG Ula yang tutup, padahal baru didanai Jeff Bezos di tahun sebelumnya. 

Lalu, Flash Coffee yang melakukan PHK hanya lima bulan setelah diinjeksi Rp736 miliar. Kemudian, adapula startup funitur Fabelio yang mendapatkan Rp300 miliar pada 2020 dan tutup di 2022.

Selain itu, adapula TaniHub, startup agritech yang tutup hanya setahun setelah disuntikan dana Rp942 miliar dan disebut-sebut sebagai unicorn selanjutnya. 

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper