Gegara X, Elon Musk Diprotes 161 Pemimpin Yahudi

Hesti Puji Lestari
Kamis, 26 Oktober 2023 | 08:35 WIB
Pendiri SpaceX Elon Musk. /Reuters
Pendiri SpaceX Elon Musk. /Reuters
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Ada setidaknya 161 pemimpin Yahudi yang protes dengan keberadaan konten antisemit (kebencian) terhadap kaum mereka di platform X milik Elon Musk.

Menurut para pemimin Yahudi ini, Twitter telah banyak menampung postingan yang memuji Hitler dan melontarkan kiasan antisemit lain kepada Yahudi.

Tak main-main, anggota dari 161 kelompok ini terdiri dari rabi, seniman, aktivis, dan pemimpin komunitas Yahudi lainnya.

Di antara kelompok tersebut adalah aktor dan dokumenter Alex Winter, kartunis politik Eli Valley, jurnalis Mike Rothschild dan tim moderasi subreddit r/Judaism. 

Kelompok tersebut, yang menamakan dirinya XOutHate, menggambarkan dedikasi mereka untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan Elon Musk dan X terhadap orang Yahudi dan lainnya.

Kelompok ini secara khusus mengkritik Musk karena memperkuat konten antisemit di situs tersebut karena tidak menghapus atau memberi peringatan terhadap konten yang berada kebencian.

Ini bukanlah kelompok advokasi Yahudi pertama yang menyoroti peningkatan nyata dalam konten antisemit di X sejak perang Israel-Hamas dimulai. 

Sebelumnya, kelompok pengawas Reset merilis sebuah dokumen yang mengumpulkan lusinan contoh ujaran kebencian anti-Yahudi di X. Konten tersebut muncul dalam sejumlah bahasa dan termasuk seruan untuk Holocaust kedua.

Platform ini juga telah menarik perhatian otoritas Eropa yang mencurigainya bahwa Twitter telah melanggar peraturan tentang tanggung jawab platform untuk mengekang ujaran kebencian dan disinformasi di Eropa.

Dalam pembaruan yang diposting kemarin, Selasa 24 Oktober 2023, XOutHate mengutip penelitian yang mengklaim adanya peningkatan 300% dalam penggunaan hashtag #hitlerwasright di X sejak 7 Oktober, hari ketika Hamas menginvasi Israel.

Kelompok ini juga mengklaim frekuensi frasa seperti "Yahudi membunuh Yesus" telah meningkat pada X selama beberapa minggu terakhir dan bahwa propaganda pro-Hamas tetap ada pada X.

Akan tetapi, CEO Linda Yaccarino mengklaim awal bulan ini bahwa X mengambil tindakan untuk mengekang antisemitisme dan menghapus disinformasi dan konten berbahaya setelah konflik antara kelompok teroris Palestina dan Israel.

Juru bicara X tidak menanggapi permintaan komentar, namun Elon Musk sebelumnya membantah bahwa X punya masalah dengan antisemitisme.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper