Moratelindo (MORA) Bakal Bangun Data Center Tier 3 di Batam, Masuk Tahap Perizinan

Crysania Suhartanto
Senin, 23 Oktober 2023 | 09:46 WIB
Ilustrasi data center Samsung Electronics Co. di Suwon, Korea Selatan/Bloomberg
Ilustrasi data center Samsung Electronics Co. di Suwon, Korea Selatan/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) berencana membangun pusat data atau data center baru di Batam, yang membuat persaingan pangkala data di pulau dekat Singapura itu makin ketat. 

Sebelum Moratelindo, Biznet dan Telkom (TLKM) telah lebih dahulu menaruh batu pertama data center mereka di Batam. 

CEO Moratelindo Jimmy Kadir mengatakan saat ini Moratelindo sudah memiliki enam data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun data center tersebut terdiri oleh pusat data tier 2 dan tier 3. 

Jimmy mengatakan tahun depan perusahaan akan membangun satu data center tier 3 di Batam. Saat ini proses pembangunan masih dalam proses perizinan. 

“Strategi kami saat ini, kami akan berekspansi dengan cara mengoptimalkan data center yang sudah ada sembari menaikkan tier data center menjadi minimal tier 3,” ujar Jimmy kepada Bisnis, Senin (23/10/2023). 

Sekadar informasi, data center atau pusat data adalah suatu tempat yang dapat menyimpan, mengelola, dan mengidentifikasi informasi dari sebuah perusahaan yang biasanya terhubung dengan jaringan internet. 

Alhasil, semua perusahaan atau lembaga yang melakukan aktivitas secara digital pasti memerlukan data center. Data center ini bisa berada di dalam perusahaan itu sendiri, ataupun di luar perusahaan tersebut.

Adapun data center tier ketiga merupakan versi lanjutan dari data center tier kedua dengan tambahan fitur seperti peralatan dual power dan jumlah uplink lebih dari satu, yang membuat waktu hidup data center ini makin tinggi. 

Jimmy optimistis bisnis data center masih akan tumbuh ke depan, melihat persaingan usaha yang ketat di bisnis ini. 

Saat ini jumlah pemain di data center sekitar 14 perusahaan, dengan total kapasitas energi sekitar 250 megawatt (MW). Jumlah tersebut masih kecil. Pasalnya, asosiasi data center Indonesia memperkirakan 8 tahun ke depan, suplai tenaga data center yang dibutuhkan sebesar 1,3 GW. 

“Pembangunan data center di daerah-daerah sangat penting karena fungsi data center yang sebagai internet exchange, sehingga akses internet di daerah menjadi lebih cepat karena minim latensi,” ujar Jimmy. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper