Bos XL Axiata Sebut FTTH dan B2B Sumber Pertumbuhan Baru Industri Telko RI

Crysania Suhartanto
Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:45 WIB
CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini/XL Axiata
CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini/XL Axiata
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini menilai pasar internet rumah atau fiber to the home (FTTH) dan pasar korporasi sebagai sumber pendapatan baru industri telekomunikasi. 

Kedua segmen tersebut perlu dioptimalkan untuk memacu pendapatan di tengah kondisi saturasi industri telekomunikasi.  

“FTTH itu masih rendah penetrasinya sekitar 12-13 persen, jadi kemungkinan untuk pertumbuhan itu masih banyak depannya FTTH dan konvergen itu sumber pertumbuhan baru selain juga dengan B2B,” kata Dian, Senin (9/10/2023). 

Pernyataan Dian senada dengan laporan Twimbit, lembaga riset yang berfokus pada industri perbankan, telekomunikasi dan transformasi digital. 

Twimbit melaporkan segmen enterprise dan UMKM akan menjadi salah satu pasar potensial untuk digarap perusahaan telekomunikasi Indonesia pada 2023. Twimbit memperkirakan belanja informasi teknologi (IT) dari kedua segmen tersebut akan tumbuh signifikan dalam 5 tahun ke depan. 

Twimbit memprediksi total belanja teknologi informasi (IT) yang digelontorkan oleh pemerintah dan perusahaan di Indonesia mencapai Rp459 triliun pada 2027, naik 53 persen dibandingkan dengan 2022 yang mencapai Rp300 triliun.  

Dari total Rp459 triliun tersebut, sebagian besar belanja IT dikeluarkan oleh perusahaan skala menengah dan besar. Sementara itu perusahaan skala mikro dan kecil serta pemerintahan menghabiskan belanja IT yang lebih rendah.  

Kemudian, penetrasi internet di segmen perusahaan skala mikro dan kecil pada 2027 juga diprediksi  mencapai 67 persen, naik signifikan dibandingkan dengan 2022 yang diperkirakan mencapai 30 persen. 

Twimbit juga memperkirakan dalam 5 tahun ke depan  - periode 2022-2027 - teknologi internet of things (IoT), Blockchain, komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi teknologi kunci yang mendominasi pasar Indonesia. 

Dian mengatakan sebenarnya untuk penetrasi seluler sudah lebih dari 100 persen. Semua orang saat ini telah memiliki smartphone

Sejalan dengan jumlah pengguna smartphone yang besar, pemakaian layanan data pengguna juga makin tinggi. Jika dahulu jumlah pemakaian internet hanya 5-10 GB per bulan, saat ini sudah 18GB per bulan. Operator mendapat keuntungan sejalan dengan pemakaian layanan yang lebih besar. 

“Mobile growth didapat dari sana. Setiap orang mempunyai usage yang lebih besar sehingga ARPU-nya lebih tinggi,” kata Dian. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper