Startup Koltiva Raih Seed Funding dari AC Ventures

Crysania Suhartanto
Selasa, 19 September 2023 | 15:26 WIB
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Startup yang berfokus pada teknologi pertanian berkelanjutan, Koltiva mendapatkan pendanaan awal (seed funding) yang dipimpin oleh modal ventura AC Ventures.

Adapun investor lainnya adalah Silverstrand Capital, Planet Rise, Development Finance Asia, Blue 7, serta investor lawas The Meloy Fund. Namun, memang belum diketahui jumlah pendanaan yang diberikan.

Co-founder dan CEO Koltiva Manfred Borer mengatakan Koltiva akan menggunakan modal segar ini untuk mengembangkan terobosan baru, dengan pengembangan perangkat lunak miliknya (software-as-services).

Diketahui, perangkat tersebut dapat membuat perusahaan melakukan pelacakan atas keseluruhan rantai produksi dan distribusi hasil pertanian, mulai dari benih hingga ke tangan konsumen.

“Bisnis kami bertujuan untuk membentuk ekosistem yang memberikan manfaat kepada merek global, serta turut meningkatkan dan memperbaiki kondisi penghidupan dan kesejahteraan dari tingkat paling dasar di proses rantai pasok,” ujar Manfred, dikutip Selasa (19/9/2023).

Managing Partner AC Ventures Helen Wong mengatakan dengan adanya pendanaan ini diharapkan Koltiva dapat menjadi pemain utama dalam memastikan rantai pasok yang transparan.

“Koltiva adalah bukti nyata tentang bagaimana teknologi modern dapat membentuk ulang industri konvensional, memberikan dampak global, dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan secara lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Helen.

Pada dasarnya, model bisnis Koltiva adalah membantu perusahaan untuk menjaga bisnisnya agar tetap berada dalam jalur praktik pertanian berkelanjutan, baik dalam segi model bisnis maupun regulasi.

Hal itu dilakukan dengan menghadirkan beberapa solusi, mulai dari pemetaan lahan, pelatihan dan bimbingan, hingga pengembangan produk untuk mengurangi gas rumah kaca.

Saat ini, Koltiva sudah bekerja sama dengan produsen di 52 negara, yang memang hampir setengah dari mereka adalah petani kecil di Indonesia. Selebihnya, merupakan petani yang tersebar di negara-negara tetangga, seperti Brasil, China, Ivory Coast, dan lainnya.

Dengan demikian, Koltiva sudah memiliki lebih dari 1 juta produsen dan 6.800 bisnis. Hal inipun menunjukkan adanya kebutuhan yang besar terhadap pelacakan rantai pasokan makanan yang inovatif serta penawaran teknologi iklim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper