Ilmuwan Temukan 'Halla', Planet Zombie Misterius

Arlina Laras
Senin, 3 Juli 2023 | 17:00 WIB
Ilustrasi luar angkasa/Freepic
Ilustrasi luar angkasa/Freepic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para astronom menemukan sebuah planet misterius yang ukurannya seperti Jupiter.

Planet gas raksasa yang dikenal sebagai 8 Ursae Minoris b atau Halla itu, terletak sekitar 520 tahun cahaya dari Bumi.

Seharusnya, planet ini hancur setelah bintang induknya, Baekdu, membesar ribuan kali lipat ukurannya, dan menelan planet-planet di orbitnya. 

Penemuan mereka dituangkan dalam jurnal Nature pada 28 Juni 2023.

Daniel Huber, salah satu penulis di Sydney Institute for Astronomy Australia, menyatakan biasanya planet yang berada dalam jarak dekat dengan bintang induknya, akan hancur ketika bintang tersebut membesar dan melahap planet tersebut.  Akan tetapi, hal itu nampaknya tidak terjadi.

“Ketika kami menyadari bahwa Halla berhasil bertahan hidup di sekitar bintang raksasanya, itu benar-benar kejutan,” ungkapnya dilansir dari Live Science, Senin (3/7/2023)

Penelitian tersebut menambahkan ketika Baekdu kehabisan pasokan bahan bakar hidrogen, bintang tersebut akan membesar secara signifikan, bahkan mencapai 1,5 kali jarak orbit Halla. 

Sebagai informasi, Halla pertama kali ditemukan para astronom Korea pada 2015 menggunakan metode kecepatan radial, untuk mencari tanda-tanda planet tersembunyi melalui pergerakan dari bintang-bintang jauh. 

Namun, Halla menjadi misteri karena dia mengorbit pada bintang Baekdu, yang memiliki radius hampir 11 kali lebih besar dari Matahari dan massa 1,6 kali lebih besar dari bintang kita, yang telah berubah menjadi raksasa merah.

Selama sebagian besar kehidupan mereka, bintang terbakar dengan menggabungkan atom hidrogen menjadi helium. 

Setelah mereka kehabisan bahan bakar hidrogen, bintang-bintang tersebut mulai menggabungkan helium, sehingga ukuran mereka membesar hingga ribuan kali dari ukuran aslinya. 

Ketika bintang-bintang tersebut membesar, mereka menelan planet-planet dalam orbitnya, dan bertransformasi menjadi bintang raksasa merah yang besar.

Untuk memastikan Halla adalah salah satu planet asli Baekdu dan bukan planet lain yang terjebak di dalamnya, para peneliti melakukan pengamatan menggunakan Observatorium Keck dan Teleskop Kanada-Perancis-Hawaii pada 2021 dan 2022.

Pengamatan itu mengkonfirmasi orbit Halla selama 93 hari, stabil selama lebih dari satu dekade.

Meskipun demikian, para astronom menganggap hampir tidak mungkin Halla pernah bersinggungan dengan bintangnya, karena jaraknya sekitar setengah jarak planet ini dengan Matahari. 

"Kami tidak berpikir Halla bisa bertahan setelah diserap oleh bintang raksasa merah yang membesar," kata Huber.

Sebagai gantinya, para peneliti telah mengajukan dua kemungkinan sebagai penjelasan mengapa Halla bisa bertahan, meskipun Baekdu telah berubah menjadi raksasa merah. 

Kemungkinan pertama Halla lahir dan terbentuk setelah Baekdu menjadi raksasa merah. 

Kemungkinan kedua, Baekdu sebelumnya adalah salah satu dari dua bintang dalam sebuah sistem biner yang kemudian bergabung, sehingga menghalangi keduanya untuk membesar sehingga cukup untuk menelan Halla.

Analogi yang digunakan oleh salah satu penulis, Tim Bedding, sistem ini mirip dengan planet fiksi yang terkenal, Tatooine dari Star Wars, yang mengorbit dua matahari. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper