Pengiriman Ponsel 5G di Indonesia Melonjak 62,5 Persen

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 20 Maret 2023 | 11:29 WIB
Tanda 5G dipasang di belakang jejaring kabel telekomunikasi di MWC Barcelona di Barcelona, Spanyol, Senin (25/2/2019)./Bloomberg-Angel Garcia
Tanda 5G dipasang di belakang jejaring kabel telekomunikasi di MWC Barcelona di Barcelona, Spanyol, Senin (25/2/2019)./Bloomberg-Angel Garcia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Counterpoint, perusahaan riset global yang berfokus pada teknologi, mengungkapkan bahwa pengiriman ponsel pintar (smartphone) dengan fitur 5G mengalami peningkatkan sepanjang 2022 didorong kesadaran masyarakat terhadap kehadiran teknologi super cepat tersebut.

Ponsel 5G di kelas menengah, dengan harga Rp3 juta - Rp6 juta, mengalami pertumbuhan pengiriman tertinggi dibandingkan dengan kelas lainnya.

Senior Analyst Counterpoint Febriman Abdillah mengatakan kendati teknologi 5G berfokus pada sektor industri, konsumen melihat 5G sebagai tren teknologi yang cepat atau lambat akan menjangkau mereka.

Dorongan dari peritel dan OEM ponsel pintar juga membantu membentuk persepsi konsumen tentang kebutuhan 5G pada masa depan.

Counterpoint memperkirakan ponsel 5G tumbuh lebih cepat setelah infrastruktur yang diperlukan tersedia. Pun operator seluler di Tanah Air terus memacu penggelaran 5G, terlihat dari jumlah base transceiver station (BTS) 5G yang merangkak naik.

“Pada 2022, pengiriman ponsel 5G Indonesia tumbuh 62,2 persen year on year/YoY. Smartphone 5G dalam rentang harga Rp3 juta - Rp6 juta tumbuh lebih tinggi daripada rentang harga lainnya sebesar 76,3 persen YoY,” kata Febriman dalam laporannya, dikutip Senin (20/3/2023).

Di segmen kelas atas, lanjut Febriman, kemampuan 5G terbukti menjadi pendorong untuk pemasaran OPPO, yang selama ini cukup kuat dalam menawarkan promosi dan diferensiasi kamera.

OPPO dan Samsung menjadi dua OEM (Original Equipment Manufacturer) teratas berdasarkan data Counterpoint. OPPO didukung oleh seri Reno 7 5G dan Reno 8 5G, sementara Samsung sebagian besar didukung oleh seri Galaxy A53 5G, yang dinilai sebagai alternatif yang lebih murah bagi sebagian konsumen yang ingin merasakan ponsel dengan fitur mumpuni.

Secara umum, berdasarkan Counterpoint’s Monthly Indonesia Smartphone Channel Share Tracker pengiriman ponsel kelas menengah (Rp3 juta-Rp6 juta) tumbuh sebesar 18,8 persen year on year/YoY pada 2022 dan kelas atas (Rp6,1 juta-Rp9 juta) yaitu 18,2 persen YoY.

Sementara itu pengiriman segmen premium, yang memiliki harga Rp9 juta ke atas, tumbuh 21,2 persen secara tahunan. Meski mengalami pertumbuhan tinggi di sejumlah segmen, secara total pengiriman ponsel pintar di Indonesia turun 12,2 persen YoY pada 2022 karena penurunan 23,8 persen di segmen entry-level (pita harga di bawah Rp3 juta).

Penurunan terjadi akibat pelemahan permintaan konsumen seiring terjadinya hambatan ekonomi makro. Pada saat yang sama, kebutuhan konsumen untuk meningkatkan ke kategori yang lebih tinggi juga dapat berkontribusi pada penurunan segmen entry-level.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper