Jelajah Sinyal: Literasi Digital Harus Semasif Penggelaran Infrastruktur Telko

Oktaviano DB Hana
Kamis, 10 November 2022 | 17:23 WIB
Foto udara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (8/11/2022)/JIBI/Bisnis/Suselo Jati
Foto udara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (8/11/2022)/JIBI/Bisnis/Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, LARANTUKA - Pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi dinilai perlu mengakselerasi literasi digital sejalan dengan upaya perluasan infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot, Kamis (10/11/2022), menanggapi sejumlah laporan tim Jelajah Sinyal 2022 dari Bisnis Indonesia di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 31 Oktober - 10 November 2022. 

Secara umum, tim Jelajah Sinyal 2022 melaporkan bahwa perkembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut terbilang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Penambahan infrastruktur dan jangkauan layanan internet meningkat di delapan kabupaten di pulau tersebut, kendati kualitasnya belum optimal dan merata di seluruh area, khususnya perdesaan.

Di sisi lain, tim Jelajah Sinyal 2022 melaporkan bahwa pemanfaatan layanan internet juga belum maksimal lantaran minimnya pengetahuan masyarakat, khususnya generasi tua, di wilayah perdesaan.

Di beberapa desa, pemanfaatan internet untuk pengembangan hasil pertanian dan pertanian didorong oleh kaum muda. Namun, hal itu belum ditemui di banyak desa di Flores, NTT.

“Jadi semakin memperkuat bahwa program penggelaran infrastruktur dan literasi digital itu harus dijadikan sepaket atau dalam satu program yang menyeluruh,” ungkap Sigit kepada tim Jelajah Sinyal.

Menurutnya, jaringan yang tergelar akan optimal dimanfaatkan bila ada upaya literasi yang sebanding. 

Sebaliknya, literasi yang gencar tidak akan berguna tanpa jaringan yang menjangkau berbagai seluruh negeri atau dengan kualitas yang rendah.

“Idealnya semakin tinggi literasi, semakin meningkat demand trafik dan jaringan, sehingga ada kebutuhan untuk meng-upgrade kualitas jaringan. Harapannya dampak ekonominya juga akan makin muncul,” kata Sigit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper