Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investigasi Data SIM Card Bocor, ATSI Tak Temukan Akses Ilegal

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tak menemukan akses ilegal soal data SIM card yang bocor.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 09 September 2022  |  12:11 WIB
Investigasi Data SIM Card Bocor, ATSI Tak Temukan Akses Ilegal
Ilustrasi SIM Card - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) telah melakukan investigasi dan penelusuran terkait kebocoran data registrasi SIM card pelanggan jasa telekomunikasi.

Sekretaris Jenderal ATSI Marwan O Baasir memastikan dalam investigasi tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran data di operator seluler manapun. Sebagai informasi, hal ini menyangkut dugaan kebocoran data 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar.

"Hasil investigasi ini juga telah dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Kamis 8 September 2022," ujar Marwan dalam keterangan resmi, Jumat (9/9/2022).

ATSI beserta seluruh anggotanya telah melakukan investigasi dan penelusuran terkait kebocoran data registrasi pelanggan jasa telekomunikasi. Hasil dari investigasi tersebut adalah tidak ditemukan adanya illegal akses di masing-masing jaringan operator.

Dia menuturkan siap bekerja sama dan mendukung sepenuhnya upaya pemerintah baik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),dan Dukcapil dalam melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data registrasi pelanggan jasa telekomunikasi.

ATSI menegaskan seluruh penyelenggara telekomunikasi sudah menerapkan sistem pengamanan Informasi mengacu standar ISO 27001 sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 5/2021 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi pasal 168 ayat 5, sebagai bentuk tanggung jawab Operator sebagai pengendali data.

Dia juga menyatakan seluruh operator telekomunikasi selalu patuh pada aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan keamanan dan kerahasiaan data.

Sesuai dengan ketentuan sebagaimana Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) No. 5/2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, Operator diwajibkan untuk melakukan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi dilakukan melalui validasi identitas pelanggan ke server kependudukan milik Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Selain itu, melaporkan data registrasi pelanggan aktif secara detil (MSISDN, NIK, No. KK dan tanggal registrasi) sesuai dengan format yang disyaratkan oleh Kemenkominfo.

"ATSI beserta operator mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir karena operator menjamin keamanan data pelanggan," tutup Marwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

atsi sim card operator seluler
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top