Ini 3 Pesan Menkominfo di HUT Telkomsel

Khadijah Shahnaz
Selasa, 7 Juni 2022 | 23:34 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyampaikan paparannya dalam acara kick off Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/POOL
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menyampaikan paparannya dalam acara kick off Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia di Jakarta, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/POOL
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan ada tiga hal penting yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Pesan tersebut tersebut disampaikan di sela-sela acara peringatan HUT ke-27 PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) pada Selasa (7/6/2022) malam. Johnny turut hadir bersama Menteri BUMN Erick Thohir.

Pertama merupakan kedaulatan digital. Menurut Johnny, kedaulatan digital hanya dapat dicapai jika Indonesia sudah mempunyai payung-payung regulasi yang memadai. Di sisi lain, Indonesia juga harus membuka diri sebagai wadah investment friendly.

"Sehingga mendapatkan investasi lalu membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan ekonomi-ekonomi kreatif lainnya, biasa berupa e-commerce, healtech, fintech dan lain sebagainnya," ujar Johnny pada Selasa (7/6/2022).

Johnny pun menegaskan Indonesia harus mempunyai regulasi ekonomi digital yang jelas untuk dapat mengantar Indonesia sebagai ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara.

Dia juga menilai Indonesia mempunyai potensi besar di ranah ini. Pada 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$146 miliar atau 45 persen dari nilai di Asia Tenggara.

Kedua, telekomunikasi membutuhkan spektrum frekuensi yang layak. Johnny mengatakan telekomunikasi tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa adanya spektrum frekuensi yang memadai. Dia mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan framing-framing spektrum frekuensi untuk memastikan tersedianya spektrum yang memadai untuk perkembangan dan adopsi teknologi upstream terbaru.

"Saat ini kita masih menggunakan 700 lebih spektrum di converge. Namun kita membutuhkan 2470 spektrum untuk mendukung transformasi digital Indonesia." jelasnya.

Ketiga, infrastruktur yang merata dan memadai di Indonesia. Johnny mengimbau kepada para operator telekomunikasi untuk terus berkolaborasi dalam mengembangkan infrastruktur yang memadai dan merata di Indonesia terlebih di daerah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Meneruskan dan menghubungkan fiber optik di daerah-daerah yang belum terhubung, microwave link, dan fiber link untuk menghubungkan titik-titik tersebut dan High Throughput Satellite (HTS) yang diketahui cukup progresif dan bagus," papar Johnny.

Dia juga mengatakan Kominfo memiliki dua HTS Satelit, yakni satelit SATRIA-1 dan The Hot Standby Satellite. Satelite SATRIA-1 ditargetkan akan diluncurkan ke orbit pada kuartal kedua 2023 dengan berkapasitas 150 Gbps.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper