Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Smartfren Business Makin Mulus Berkat Tambahan Frekuensi

Smartfren Business menilai tambahan frekuensi 10 MHz mampu meningkatkan layanan kepada pengguna dengan makin cepat dan mulus.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  09:43 WIB
Teknisi melakukan pengecekan pada salah satu base transceiver station (BTS) di Jakarta, Senin (27/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Teknisi melakukan pengecekan pada salah satu base transceiver station (BTS) di Jakarta, Senin (27/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Smartfren Business, penyedia layanan solusi teknologi informasi dan komunikasi, menyatakan tambahan spektrum frekuensi 10MHz di pita 2,3 GHz membuat solusi layanan Smartfren Business makin mulus.

Head of Strategy and Planning Smartfren Business Satya Fajar mengatakan tambahan spektrum 10MHz dari hasil lelang 2,3 GHz membuat solusi yang dihadirkan perseroan makin baik dan beragam, khususnya untuk produk layanan mobility. Dengan pita yang lebih lebar, kata dia, solusi teknologi dan informasi yang dihadirkan makin cepat dan mulus.

“Jadi bisnis aplikasi yang berjalan di komputasi awan bisa berjalan dengan lancar karena tambahan bandwidth. Ini menghadirkan kenyamanan yang makin baik bagi pelanggan IKM,” kata Satya dalam konferensi virtual, Kamis (10/6/2021).

Satya menambahkan dalam 3 tahun terakhir, Smartfren Business tumbuh pesat dengan rata-rata pertumbuhan pertahun mencapai 60 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh solusi teknologi inovatif yang dihadirkan Smartfren untuk perusahaan besar hingga industri kecil dan menengah (IKM).

Smartfren mengklaim hingga saat ini jumlah pelanggan dari segmen IKM lebih dari 1.000 pelanggan. Jumlah tersebut terus bertambah.

“Kami tidak akan berhenti di sana dan akan terus melipatkangandakan [pelanggan IKM] karena kami memiliki produk-produk khusus IKM,” kata Satya.

Sekadar informasi, saat ini Smartfren Business menawarkan kepada para pelanggan IKM solusi utuh mulai dari layanan konektivitas nirkabel, solusi informasi teknologi berbasis komputasi awan hingga perangkat keras yang digerakan dengan internet atau Interntet of things.

Untuk layanan telekomunikasi nirkabel, Smartfren Business memiliki Cloud Talk yaitu sistem telpon bisnis komprehensif di cloud. Sistem ini menyediakan fitur profesional konvensional yang dapat diakses dari berbagai perangkat seperti ponsel, tablet, desktop, dan telepon SIP.

Kemudian di sisi solusi teknologi informasi, Smartfren Business menawarkan layanan komputasi awan bekerja sama dengan Google Cloud, layanan keamanan jaringan bekerja sama dengan Cisco dan pengelolaan layanan komputasi awan oleh profesional.

Para profesional akan membantu para IKM untuk menggunakan layanan komputasi awan sehingga hasil yang diterima oleh para IKM optimal dan sesuai dengan kebutuhan.

“Pemasalahan calon pelanggan saat ingin menggunakan cloud adalah bingung mulainya. Kami punya profesional yang siap membantu IKM mulai dari menghitung kebutuhan hingga mengoperasikan,” kata Satya.

Sementara itu Direktur PT Junior Box Cendrawasih Hijau Jelita Kta Hadi Priadi mengatakan sebagai pengguna solusi Cloud Talk Smartfren, perseroan dapat lebih efisien karena Cloud Talk membuat perusahaan tidak bergantung pada spesialis IT atau vendor instalasi dan pemeliharaan.

Cloud Talk Smartfern memberikan fitur premium yang membantu perusahaan dalam mencari nomor, pesan suara, multilevel IVR (Interactive Voice Response), transfer panggilan, dan banyak lain sebagainya.

“Saya merasa perusahaan saya makin bonafide dan banyak keuntungan lainnya,” kata Hadi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren frekuensi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top