Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teleskop di Cile Tangkap ‘Kupu-Kupu’ di Konstelasi Vela

NGC 2899 memiliki dua bintang di intinya yang diyakini memberikan penampakan kupu-kupu yang hampir simetris tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  07:53 WIB
Gambar nebula planet NGC 2899 yang dijuluki
Gambar nebula planet NGC 2899 yang dijuluki "kupu-kupu luar angkasa" yang ditangkap oleh teleskop European Space Observatory. - European Space Observatory

Bisnis.com, JAKARTA — Membangun rupa sebuah kupu-kupu dengan strukturnya yang simetris, warna-warnanya yang cantik, dan polanya yang sangat mendetail, kumpulan gas yang diberi nama NGC 2899 ini terlihat dalam gambar baru yang dihasilkan teleskop jenis Very Large Telescope milik Europe Southern Observation.

Objek ini atau yang sejenisnya belum pernah tertangkap dalam mendetail setajam yang dipublikasikan pada awal Agustus 2020 itu.

Gas yang mengembang membentuk rupa kupu-kupu di alam raya itu bisa berjarak hingga dua tahun cahaya dari titik pusatnya. Mereka berkilau terang di hadapan bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti seiring gas mencapai temperatur lebih dari puluhan ribu derajat.

Suhu yang tinggi terjadi karena radiasi yang sangat besar dari nebula bintang induknya menyebabkan gas hidrogen dalam nebula terluar berkilau dalam halo kemerahan di sekitar gas oksigen yang biru. Nebula adalah pendaran gas berbentuk cincin di sekeliling bintang yang menua. 

Objek ini, NGC 2899, berlokasi antara 3.000 dan 6.500 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Vela (The Sails). NGC 2899 memiliki dua bintang di intinya yang diyakini memberikan penampakan kupu-kupu yang hampir simetris tersebut.

Setelah satu bintang sampai ke akhir hidupnya dan meluruhkan lapisan terluarnya, bintang yang lain kini mengintervensi dengan pendaran gasnya, menghasilkan bentuk dua bilah sayap pada NGC 2899. Hanya sekitar 10%–20% nebula cincin dari bintang yang menua yang menunjukkan tipe bentuk bipolar seperti itu.

Astronom mampu menangkap gambar nebula tersebut dengan detail tinggi menggunakan instrumen FORS yang dipasang di UT1 (Antu), satu dari empat teleskop 8,2 meter yang membangun VLT milik ESO di Cile.

Berasal dari akronim untuk Focal Reducer and low dispersion Spectrograph, instrumen optis yang diklaim beresolusi tertinggi di dunia saat ini tersebut adalah satu di antara yang pertama yang dipasang dan berada di balik sejumlah temuan dan gambar indah dari ESO.

Dengan dikombinasikan dengan interferometer, alat itu bisa mengiluminasi 25 kali lebih halus daripada teleskop individual.

Alat itu menambah ketajaman VTL di observatorium yang ditanam di pegunungan di Cile itu. VTL sendiri bisa melihat benda langit yang empat miliar kali lebih pudar daripada yang bisa dilihat mata manusia.

Hasilnya, FORS telah berkontribusi kepada observasi-observasi cahaya dari sebuah sumber gelombang gravitasi, penelitian asteroid antarbintang yang pertama dikenal, dan studi mendalam fisika di balik formasi nebula bintang menua yang kompleks.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet galaksi

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top