Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

NASA Deteksi Galaksi Bergerak Menjauh dari Bumi, Kecepatan 3,5 Juta Mil per Jam

Galaksi spiral yang dijuluki NGC 7513 itu berada sekitar 60 juta tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Sculptor. Akan tetapi galaksi itu bergerak menjauh, terbang melalui ruang angkasa lebih cepat 500 kali dari kecepatan Bumi mengorbit Matahari
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  10:09 WIB
Galaksi
Galaksi

Bisnis.com, JAKARTA – Teleskop luar angkasa Hubble NASA telah mengamati sebuah galaksi yang terbang menjauh dengan kecepatan sangat tinggi, hampir 3,5 juta mil per jam.

Galaksi spiral yang dijuluki NGC 7513 itu berada sekitar 60 juta tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Sculptor. Akan tetapi galaksi itu bergerak menjauh, terbang melalui ruang angkasa lebih cepat 500 kali dari kecepatan Bumi mengorbit Matahari.

Galaksi itu berhasil difoto oleh luar angkasa Hubble milik NASA dan Eropean Space Agency (ESA). Astronom Hubble mengatakan bahwa galaksi NGC 7513 berada di konstelasi Sculptor di belahan bumi selatan.

“Kecepatan ini bergerak dengan kecepatan luar biasa, 1.546 kilometer per detik dan sedang menjauh dari kita. Untuk konteksnya, Bumi mengorbit Matahari sekitar 30 kilometer per detik. Gerakan nyata galaksi itu tampak aneh dan tidak biasa,” kata astronom seperti dikutip Express, Kamis (9/7).

Sebagaimana diketahui bahwa alam semesta terus berkembang dan jarak antar galaksi selalu tumbuh. Akan tetapi dalam beberapa kasus, jarak antara galaksi dapat menyusut jika mereka terkunci dalam gravitasi satu sama lain.

Misalnya galaksi Bima Sakti dan Andromeda yang perlahan-lahan melayang ke satu sama lain. Galaksi itu diperkirakan bakal bertabrakan sekitar 4,5 miliar tahun, atau perkiraan waktu yang sama ketika Matahari diprediksi akan mulai mati.

Namun demikian, sebagian besar galaksi di alam semesta yang diamati tampak bergerak menjauh satu sama lain. Para astronom menghubungkan ini dengan perluasan alam semesta, sebuah fenomena yang tampaknya terjadi semakin cepat.

Ekspansi ini tidak berarti bahwa ruang berkembang menjadi sesuatu, tetapi skala ruang wakti itu sendiri lah yang berubah. Pada 2016, para astronom Hubble menemukan bahwa alam semesta mungkin mengembang lima hingga sembilan persen lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Para astronom menempatkan laju ekspansi pada 45,5 mil per detik megaparsec atau 45,5 mil per detik per 3,26 juta tahun cahaya. Dengan kata lain, sekitar jarak 3,26 juta cahaya, galaksi tampaknya bergerak lebih cepat.

Misalnya, galaksi yang jauhnya 3 megaparsec tampaknya bergerak tiga klai lebih cepat dari galasi yang jauhnya 1 parsec. Nilai ini dikenal sebagai Konstan Hubble dari astronom Amerika Edwin Hubble, orang yang pertama kali mengamati ekspansi alam.

Di alam semesta yang mengembang, benda-benda langit semuanya bergerak menjauh satu sama lain pada saat yang sama. Salah satu cara untuk membayangkannya adalah dengan meletakkan titik-titik pada sebuah balon dan kemudian meniupnya.

Namun demikian, masih banyak yang tidak diketahui tentang tingkat ekspansi yang membingungkan para ahli. Pada 2019, astronom menggunakan teleskop Hubble dan menemukan ketidakcocokan antara berbagai metode yang digunakan untuk menghitung laju ekspansi.

Adam Riess, peraih nobel fisika mengatakan ketegangan Hubble antara alam semesta awal dan akhir mungkin merupakan perkembangan paling menarik dalam ilmu kosmologi beberapa dekade terakhir ini.

“Ketidakcocokan ini telah berkembang dan sekarang telah mencapai titik yang benar-benar mustahil untuk dianggap sebagai sebuah kebetulan. Perbedaan ini tidak mungkin terjadi hanya karena kebetulan belaka,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi galaksi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top