Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan Temukan 2 Benda Kecil Aneh di Galaksi Bima Sakti

Kedua brown dwarf memiliki bentuk seperti bintang tetapi tidak cukup besar untuk bersinar dengan cahaya bintang serta terlalu besar untuk disebut planet
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  12:47 WIB
Ilmuwan Temukan 2 Benda Kecil Aneh di Galaksi Bima Sakti -  Arizona State University
Ilmuwan Temukan 2 Benda Kecil Aneh di Galaksi Bima Sakti - Arizona State University

Bisnis.com, JAKARTA—Para astronom mengkonfirmasi keberdaan dua benda kecil aneh di galaksi Bima Sakti. Penemuan itu berkat bantuan dari ilmuwan nonprofessional (citizen scientist).

Adam Schneider dari Sekolah Eksplorasi Bumi dan Luar Angkasa Arizona State University mengungkapkan kedua brown dwarf yang baru ditemukan tersebut memiliki warna dan spektrum yang tidak seperti apapun yang pernah dilihat sebelumnya.

“Dan citizen scientist memiliki peran besar dalam penemuan,” katanya seperti dikutip dari laman Universitas Negeri Arizona (Arizona State University), Jumat (10/7/2020).

Kedua brown dwarf memiliki bentuk seperti bintang tetapi tidak cukup besar untuk bersinar dengan cahaya bintang serta terlalu besar untuk disebut planet. Biasanya baik bintang maupun planet ditandai oleh seberapa terang mereka pada panjang gelombang yang berbeda, baik melalui fotometri (warna) atau spektroskopi (pengukuran kecerahan yang melintasi rentang panjang gelombang).

Brown dwarf yang baru ditemukan ini memiliki warna dan spektrum yang tidak seperti brown dwarf yang selama ini diketahui. Berdasarkan model saat ini, kemungkinan kedua benda tersebut merupakan brown dwarf dingin tertua yang diketahui.

Schneider adalah penulis utama dari artikel yang akan diterbitkan dalam American Astronomical Society's Astrophysical Journal yang di dalamnya merinci penemuan ini dan implikasi potensial.

Dia pertama kali memperhatikan salah satu brown dwarf yang tidak biasa (WISE 1810) beberapa tahun yang lalu, tetapi itu berada di daerah yang ramai di langit dan sulit untuk dikonfirmasi.

Dengan bantuan alat yang disebut WiseView yang dibuat oleh seorang citizen scientist Dan Caselden, Schneider dapat mengkonfirmasi bahwa objek yang dilihatnya bergerak, yang merupakan indikasi yang baik bahwa objek adalah benda langit terdekat seperti planet atau brown dwarf.

"WiseView menggulir data seperti film pendek sehingga Anda dapat ebih mudah melihat apakah ada sesuatu yang bergerak atau tidak," ujarnya.

Brown dwarf luar biasa kedua adalah WISE 0414 yang ditemukan oleh sekelompok citizen scientist termasuk Paul Beaulieu, Sam Goodman, William Pendrill, Austin Rothermich dan Arttu Sainio, yang berpartisipasi dalam proyek citizen scientist yang didanai NASA bernama Backyard Worlds: Planet 9, seperti halnya Caselden.

Backyard Worlds menyediakan platform bagi citizen scientist untuk mencari objek baru di tata surya kita menggunakan data dari misi Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA, yang menggambarkan seluruh langit dalam inframerah. Citizen scientist yang menemukan WISE 0414 disisir melalui ratusan gambar yang diambil oleh WISE, mencari gerakan yang paling baik dapat dideteksi dengan mata manusia.

"Penemuan dua brown dwarf ini menunjukkan bahwa para penggemar sains dapat berkontribusi pada proses ilmiah. Melalui Backyard Worlds, ribuan orang dapat bekerja bersama untuk menemukan objek yang tidak biasa di sekitar matahari," kata Schneider.

Setelah benda-benda itu ditemukan oleh para citizen scientist, para astronom kemudian menggunakan spektroskopi inframerah untuk menentukan sifat fisik mereka dan memastikan bahwa mereka memang brown dwarf.

Dengan ditemukannya dua brown dwarf yang tidak biasa ini, para astronom sekarang mungkin dapat menemukan lebih banyak benda-benda semacam ini di masa depan. Menurut Schneider, jika sebelumnya astronom hanya mencari brown dwarf berdasarkan pada warna yang dikenal sebelumnya, maka bisa melewatkan benda-benda menarik ini dengan sifat-sifat yang tidak biasa,

"Benda-benda baru ini akan membantu kita menentukan ruang parameter baru untuk penemuan brown dwarf,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ilmuan galaksi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top