Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Gawai Refurbish Alami Penyusutan

Tak hanya ponsel pintar baru, pangsa pasar ponsel refurbish pun mengalami koreksi dalam hal penjualan secara global.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  19:32 WIB
Ilustrasi - Fungsi split screen dari Samsung M20. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa Bali 2019
Ilustrasi - Fungsi split screen dari Samsung M20. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa Bali 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar ponsel pintar refurbish mengalami penyusutan pengiriman pada 2019. Fenomena ini mengikuti kondisi yang terjadi pada pasar ponsel baru.

Seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (12/6/2020), berdasarkan data Counterpoint Research, produsen menjual 137 juta perangkat refurbish pada 2019. Volume itu mengalami penurunan 1 persen dari tahun sebelumnya.

Penurunan terbesar dialami pasar negara-negara seperti Eropa, China, dan Amerika Serikat, sementara itu peningkatan terjadi di India, wilayah Amerika Latin dan Afrika.

Jeff Fieldhack, Direktur Riset di Counterpoint, mengungkapkan fenomena ini terjadi pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Tren berubah karena banyak konsumen lebih memilih untuk membeli ponsel pintar baru yang murah, Kondisi itu marak terjadi di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Ada juga faktor lain yang mempengaruhi, seperti perekonomian global yang lesu dan kurangnya ekosistem yang layak bagi para refurbishers untuk mendapat untung dari penjualan produk tersebut.

Namun, ponsel pintar jenis ini lebih disukai di pasar seperti Amerika Latin. Di pasar kawasan ini konsumen masih bisa mendapatkan ponsel pintar refurbish kelas premium dengan harga terjangkau.

Akan tetapi, menurut Jeff, pertumbuhan pasar ponsel pintar refurbish ini berpotensi makin terkoreksi tahun ini. Wabah virus corona, menurutnya, membuat pasar ponsel pintar secara keluruhan mengalami penurunan.

Adapun, ponsel pintar refurbish merupakan gawai baru yang pada akhirnya dikembalikan oleh konsumen karena adanya cacat atau kegagalan fungsi operasi. Ponsel ini lalu diperbaiki oleh vendor atau pihak tertentu untuk dijual kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone ponsel gawai

Sumber : GSMarena

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top