Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Intel Luncurkan Lakefield, Ancaman Produsen Chip ARM?

Pergeseran segmen perangkat mobile tampak pada ponsel pintar, dimana segmen smartphone dengan layar kurang dari 6 inci, telah memasuki babak baru atau memasuki segmen phablet alias telepon tablet.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  11:06 WIB
Prosesor mobile Intel - Intel
Prosesor mobile Intel - Intel

Bisnis.com, MANADO—Segmen produk perangkat mobile saat ini telah bergeser, apalagi sejak hadirnya teknologi layar lipat. Kini, raksasa manufaktur prosesor, Intel, meluncurkan prosesor mobile terbarunya. Akankah hal itu akan menjadi ancaman bagi produsen prosesor berbasis ARM?

Pergeseran segmen perangkat mobile tampak pada ponsel pintar, dimana segmen smartphone dengan layar kurang dari 6 inci, telah memasuki babak baru atau memasuki segmen phablet alias telepon tablet.

Bagaimana tidak. Sebagian besar smartphone kini menyasar segmen layar besar, meskipun kurang dari 7 inci. Segmen ini dulu merupakan segmen phablet. Segmen tablet pun bergeser ke layar yang jauh lebih lebar, bahkan hingga masuk layar yang biasa digunakan untuk ukuran laptop.

Namun, sejak hadirnya layar lipat dan teknologi layar sentuh. Kita pun akan kesulitan memasukkan apakah ini termasuk dalam segmen tablet, ataukah laptop. Apalagi, sejak hadirnya prosesor besutan Intel melalui socket Lakefield yang berukuran 10 nanometer.

Socket ini telah diperkenalkan sejak tahun lalu dan meluncur di pasar sejak 10 Juni 2020. Dalam keterangan resmi mereka, Intel mengungkapkan bahwa Intel Lakefield memanfaatkan teknologi pengemasan Foveros 3D Intel dan menampilkan arsitektur CPU hibrid untuk skalabilitas daya dan kinerja.

Prosesor Lakefield adalah yang terkecil untuk menghadirkan kinerja Intel Core dan kompatibilitas Windows penuh di seluruh pengalaman produktivitas dan pembuatan konten untuk formfactor yang sangat ringan dan inovatif.

Chris Walker, Corporate Vice President dan General Manager Mobile Client Platforms Intel, mengungkapkan prosesor Intel Core dengan Teknologi Intel Hybrid adalah batu ujian bagi visi Intel untuk memajukan industri PC dengan mengambil pendekatan berbasis pengalaman untuk merancang silikon dengan kombinasi unik antara arsitektur dan internel protokol.

“Dikombinasikan dengan kolaborasi Intel yang semakin dalam dengan mitra kami, prosesor ini membuka potensi untuk kategori perangkat inovatif di masa depan," katanya dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (12/6/2020).

Prosesor Lakefield menghadirkan kompatibilitas penuh aplikasi Windows 10 hingga 56% lebih kecil pada area paket hingga 47% lebih kecil ukuran motherboard dan memperpanjang masa pakai baterai. Upaya ini dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para pengembang dalam desain formfactor di seluruh perangkat layar tunggal, ganda dan lipat sambil menghadirkan pengalaman PC konsumen yang disasar.

Prosesor ini juga pertama yang hanya mengkonsumsi 2,5 mW dalam keadaan siaga - pengurangan hingga 91 persen dibandingkan dengan prosesor seri-Y. Ini juga prosesor Intel pertama yang menampilkan pipa tampilan internal ganda yang membuatnya ideal untuk PC lipat dan layar ganda.

Saat ini, prosesor tersebut dapat ditemukan pada produk besutan Lenovo yakni ThinkPad X1 Fold, dan perangkat besutan Samsung yakni Galaxy Book S yang diperkirakan meluncur di pasar tertentu mulai Juni.

Dalam pengumumannya, Intel mengenalkan dua prosesor yang mengusung Lakefield yakni Intel Core i5-L16G7 dan Intel Core i3-L13G4. Keduanya memiliki jumlah inti prosesor sebanyak 5 dan thread sebanyak 5.

Keduanya juga sama-sama memiliki cache sebesar 4MB dan TDP sebesar 7 watt, serta sama-sama mendukung RAM DDR4 yang mengkonsumsi daya rendah (low power ram). Yang membedakan keduanya adalah kecepatan frekuensi dari prosesor tersebut.

Untuk Core i5-L16G7, memiliki kecepatan single prosesor sebesar 1,4 Ghz dengan maksimum single core turbo sebesar 3 GHz, atau maksimum 1,8 Ghz untuk semua core turbo. Sementara, Core i3-L13G4 memiliki kecepatan single prosesor sebesar 0,8 Ghz dengan maksimum single core turbo sebesar 2,8 GHz, atau maksimum 1,3 Ghz untuk semua core turbo.

Di sisi lain, pada Juni 2019, seperti dilansir Forbes bahwa prosesor ini juga bisa menjalankan aplikasi android pada sistem operasi Windows. Namun, akankah perangkat ini bisa mendukung sistem operasi berbasis Android ke depannya?

Instalasi sistem operasi Android pada perangkat PC memang bukanlah barang baru. Karena sifatnya yang merupakan open source, banyak pengembang yang menyediakan sistem operasi android (AOSP/ android open source project) yang bisa dijalankan untuk perangkat windows, salah satunya Bliss OS.

Hanya saja, karena sistem operasi tersebut merupakan produk distro dari para pengembang tentu yang menjadi persoalan adalah kehandalan dan kestabilan sistem untuk kinerja jangka panjang maupun kinerja-kinerja berat, serta kesesuaian dengan aplikasi yang tersedia.

Namun, bukan tidak mungkin, peluncuran Lakefield merupakan arah pengembangan Intel ke depan untuk bisa menjalankan kompatibilitas penuh dengan sistem operasi android yang selama ini berbasis ARM. XDA Developer dalam lamannya mengungkapkan setidaknya Intel saat ini memang masih dominan di PC dengan keuntungan aplikasi yang didukungnya.

Pengumuman seperti Lakefield berarti bahwa ARM dan Qualcomm akan perlu untuk terus mengulangi dan berinovasi untuk menghadapi tantangan pabrikan prosesor mobile di masa mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi intel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top