Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesawat Khusus Solar Corona Lakukan Flyby

Pesawat ruang angkasa NASA, Parker Solar Probe, akan melakukan flyby kelimanya. Secara beruntun, Probe melakukan pengamatan matahari sejak 9 Mei 2020, ketika para ilmuwan yang berafiliasi dengan misi tersebut ingin memecahkan lebih banyak rahasia tentang cara kerja matahari.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  20:07 WIB
NASA
NASA

Bisnis.com, MANADO— Pesawat ruang angkasa NASA yang khusus melakukan pengamatan terhadap korona matahari (solar corona) akan melakukan flyby atau terbang ke point terdekat matahari.

Pesawat ruang angkasa NASA, Parker Solar Probe, akan melakukan flyby kelimanya. Secara beruntun, Probe melakukan pengamatan matahari sejak 9 Mei 2020, ketika para ilmuwan yang berafiliasi dengan misi tersebut ingin memecahkan lebih banyak rahasia tentang cara kerja matahari.

Mengutip laman space.com, pengamatan akan berlanjut hingga 28 Juni 2020, sehingga total lebih dari tujuh minggu pengukuran selama flyby kelima Probe melewati matahari. Pendekatan terdekat dari orbit ini, yang disebut perihelion, terjadi pada pukul 4:23 pagi EDT (08.23 GMT) pada hari Minggu, 7 Juni [Senin 8 Juni Pukul 17.23 WIB).

Parker Solar Probe diluncurkan pada Agustus 2018 dalam sebuah misi untuk mempelajari atmosfer luar matahari, yang disebut corona. Parker Solar Probe dilengkapi dengan empat rangkaian instrumen yang berbeda untuk mencoba memecahkan dua misteri utama yang diajukan oleh para ilmuwan yang ingin memahami cara kerja bintang kita dan yang lain menyukainya.

Pertama, korona luar biasa panas, jutaan derajat tidak peduli skala yang Anda gunakan dan jauh lebih panas daripada permukaan matahari yang terlihat. Para ilmuwan ingin memahami bagaimana wilayah ini mencapai suhu yang begitu mempesona.

Kedua, korona berfungsi sebagai landasan untuk angin matahari, aliran partikel bermuatan yang mengalir dari matahari dan melintasi tata surya. Angin matahari mencapai kecepatan luar biasa di korona, dan para ilmuwan juga ingin memahami bagaimana proses itu terjadi.

Perihelion kelima ini juga merupakan awal dari acara menarik lainnya. Pada 10 Juli (11 Juli GMT), Parker Solar Probe akan melakukan penerbangan lintas Venus. Manuver ini adalah satu dari serangkaian yang sangat penting untuk mempercepat pesawat ruang angkasa hingga cukup untuk terus merayap menuju matahari, memberikan probe semakin dekat pada bintang selama perihelion berlalu.

Perjalanan lintas pada bulan Juli juga akan menjadi kesempatan utama untuk mempelajari tetangga Bumi. Pasalnya, Probe akan melintas hanya 517 mil (832 km) di atas permukaan Venus.

Adapun, flyby akan mendorong Parker Solar Probe lebih dekat ke target utamanya selama manuver perihelion berikutnya. Pada akhir misi, pada akhir 2025, pesawat tersebut akan berjarak hanya 4 juta mil (6 juta km) dari permukaan matahari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa ruang angkasa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top