Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspansi ke China, Ericsson Malah Mengalami Penurunan Nilai Aset

Penurunan nilai aset tersebut disebabkan biaya yang tinggi untuk pengembangan produk baru di China.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  18:22 WIB
Siluet pengunjung pada pameran
Siluet pengunjung pada pameran "Do Zone" Ericsson Indonesia di Jakarta, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Ericsson AB mencatatkan penurunan nilai aset yang terkait bisnisnya di China senilai 1 miliar krona (US$109 juta).

Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan penurunan tersebut karena biaya yang tinggi untuk pengembangan produk baru. Namun, secara keseluruhan bisnis 5G Ericsson di China diharapkan memiliki profitabilitas yang sehat selama masa kontrak.

"Margin selama kuartal kedua 2020 diperkirakan negatif karena tingginya biaya awal untuk produk baru," kata perusahaan itu, dilansir Bloomberg, Senin (8/6/2020).

Ericsson mengatakan biaya itu adalah bagian dari strategi untuk memperluas kehadirannya di pasar yang sangat penting untuk teknologi generasi kelima.

Sementara itu, berita tentang penurunan nilai aset diumumkan ketika perusahaan ini telah mengamankan perjanjian dengan tiga operator utama di China. Ericsson berharap mencapai profitabilitas yang sehat melalui perjanjian terbaru itu.

Analis di Bloomberg Intelligence memperkirakan bahwa Ericsson akan dapat menambah sekitar 3-4 persen dari pendapatannya tahun ini karena membangun kehadiran 5G di seluruh dunia. Ericsson mengatakan bahwa mereka bakal mencapai target keuangan terbaru untuk 2020 dan 2022.

Perusahaan mengatakan, penurunan aset tersebut terkait dengan persediaan produk prakomersial untuk pasar China, dengan biaya yang akan dilaporkan dalam unit Segment Networks pada kuartal kedua tahun ini.

"Sementara penyebaran 5G di China akan terus meningkat untuk jangka pendek, marjin kotor Segment Networks diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan kotor dan operasional dari paruh kedua 2020 dan sejalan dengan rencana bisnis yang menguntungkan dari waktu ke waktu," ujar perusahaan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi china ericsson
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top