Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bakti: Sinyal 4G Masih Belum Merata di Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) menyatakan tantangan saat ini adalah pemerataan dari sinyal 4G yang belum merata di seluruh wilayah Tanah Air.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  16:33 WIB
Petugas teknisi memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). - Antara/Yulius Satria Wijaya
Petugas teknisi memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) menyatakan bahwa standar generasi keempat (4G) memang menjadi jaringan ideal dalam menyokong transformasi digital ke depan.

Namun, Direktur Utama Bakti, Anang Latif mengami bahwa tantangan saat ini adalah pemerataan dari sinyal 4G yang belum merata di seluruh wilayah Tanah Air.

"Pemerintah bersama operator seluler tengah berusaha menyelesaikan [pemerataan jaringan] di wilayah di mana ada populasi," ucapnya pada agenda dialog publik, Rabu, (20/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memiliki tugas untuk mengelola dana universal service obligation (USO) yang dihimpun dari penyelenggara telekomunikasi sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor.

Adapun dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, termasuk Palapa Ring dan pembangunan menara pemancar (base transceiver station/BTS). Namun, dia menjelaskan bahwa dana (USO) masih belum cukup untuk membangun infrastruktur.

Dia pun menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan untuk meminta pemerintah menggelontorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam membangun infrastruktur telekomunikasi. Untuk diketahui, dana USO yang dihimpun dari operator setiap tahunnya berkisar hingga Rp2,6 Triliun.

“Kami sedang mengkaji dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menggunakan sumber lain untuk mendukung infrastruktur yang belum dijangkau hingga saat ini," ujarnya saat dihubungi secara terpisah oleh Bisnis.com.

Sebelumnya, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna Mukti meminta kepada operator seluler untuk meningkatkan kapasitas jika diperlukan selama anjuran bekerja dari rumah (work from home/WFH).

BRTI mencatat cakupan sinyal 4G di seluruh berdasarkan permukiman di Indonesia sudah mencapai 97,51 persen. Sementara itu, berdasarkan wilayah, jaringan 4G baru mencakup 52,28 persen.

Dia meminta operator seluler agar terus memantau kualitas jaringan telekomunikasi mereka. “[Trafik data saat ini] naik 10 sampai 15 persen. Kenaikan ini yang harus diantisipasi, misalnya menambah BTS, mengecek kembali kualitas layanan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelanggan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi 4g
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top