5 Terpopuler Teknologi, Era Zona Mabuk Teknologi Masih Enggan Berlalu dan Pemanfaatan Big Data Bakal Vital di Sektor Migas

Era zona mabuk teknologi yang masih enggan berlalu menjadi berita terpopuler di kanal Teknologi Bisnis.com pada Jumat (29/11/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 29 November 2019  |  19:15 WIB
5 Terpopuler Teknologi, Era Zona Mabuk Teknologi Masih Enggan Berlalu dan Pemanfaatan Big Data Bakal Vital di Sektor Migas
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI

1. Era Zona Mabuk Teknologi Masih Enggan Berlalu

"Teknologi masa kini adalah kisah Amerika." Itu yang dikatakan John Naisbitt, Nana Naisbitt, dan Douglas Philips dalam buku 'keroyokan' mereka yang sangat terkenal, High Tech High Touch: Technology and Our Search for Meaning.

Kenapa Amerika? Mungkin ada benarnya bila konteksnya adalah dunia di pengujung 1999 ketika buku laris itu diterbitkan. Namun kini apakah cuma Amerika ketika negeri Paman Sam justru sedang getol melawan Sang Naga (China) dalam urusan dagang?

Baca berita lengkapnya di sini.

2. Infrastruktur dan Talenta Jadi Tantangan dalam Pengelolaan Data

Pertumbuhan lalu lintas data yang makin besar mendorong perusahaan untuk mengelola data yang dimiliki dengan sebaik mungkin. Selain infrastruktur, perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengelola data.

Customer Solution Consultant Google Cloud Denny Muktar mengatakan kebutuhan akan penyimpanan dan pemanfaatan data terus tumbuh seiring dengan jumlah aplikasi yang makin banyak dan penggunaan data oleh pengguna gawai.

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Platform Digital Umrah: PT CGN Perkenalkan Umra.id

PT Central Global Network memperkenalkan platform digital umrah yang diberi nama Umra.id.

Direktur CGN Ma'an Muadz menjelaskan kelebihan platform tersebut adalah memberikan kebebasan kepada pengguna untuk merancang dan mewujudukan perjalanan umrahnya sendiri, mulai dari memesan tiket pesawat, hotel, visa, durasi, rute dan asuransi perjalanan.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. Implementasi 5G: Operator Minta Frekuensi Rendah

Operator masih berharap hadirnya frekuensi rendah untuk 5G di pita frekuensi middle band ­ 2,6 GHz – 3,5 GHz, agar terjadi efisiensi saat menggelar jaringan.

Plt. Chief Technology Officer PT XL Axiata , I Gede Darmayusa mengatakan perseroan menyambut baik penetapan ketiga frekuensi milimeter wave, yaitu 26, GHz, 40 GHz, dan 66 GHz, pada sidang World Radio Communications Conferences (WRC) 2019.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Pemanfaatan Big Data Bakal Vital di Sektor Migas

Pemanfaatan informasi dan mahadata (big data) diyakini memiliki peran vital bagi industri migas ke depannya guna menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor tersebut.

Kepala Divisi Manajemen Strategis & Teknologi Informasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rendra Utama mengatakan pemanfaatan informasi dan data tersebut berguna untuk meningkatkan kapasitas ekstraksi, meningkatkan eksplorasi, dan membantu perusahaan di industri terkait dalam melakukan pengolahan dasar.

Baca berita lengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, teknologi, data, umrah, big data, teknologi 5G

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top