Kenapa Palapa Ring Timur Lebih Mahal dari Palapa Ring Lainnya?

Tarif sewa Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Palapa Ring Timur dipastikan lebih mahal dibandingkan dengan dua proyek sistem komunikasi kabel laut sebelumnya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  13:15 WIB
Kenapa Palapa Ring Timur Lebih Mahal dari Palapa Ring Lainnya?
Pekerja melakukan proses bongkar muat kabel serat optik proyek Palapa Ring Paket Timur di Depo PT. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI), Cilegon, Banten, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

 Bisnis.com, JAKARTA — Tarif sewa Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Palapa Ring Timur dipastikan lebih mahal dibandingkan dengan dua proyek sistem komunikasi kabel laut sebelumnya.

Kondisi geografis yang terjal memaksa PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo), sebagai pemenang tender SKKL Palapa Ring Timur, mengeluarkan belanja modal lebih besar untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di sana.

Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak mengatakan dibandingkan dengan  Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Barat, kondisi geografi di wilayah timur Indonesia lebih menantang, sehingga memerlukan usaha lebih untuk membangun jaringan tulang punggung serat optik di sana.

Dia mengatakan beberapa peralatan harus diangkut dengan helikopter karena tidak memungkinkan membawa peralatan melalui jalur darat yang terjal dan rusak. Biaya pengangkutan tersebut terbilang cukup mahal.

“Sewa helikopter tergantung dari barang yang dibawa, heavy helikopter sewanya sekitar US$10.000-13.000 per jam. Kalau helikopter untuk membawa barang 1 ton ke bawah, tarif sewanya sekitar US$2.000 –US$3.000 per jam,” kata Galumbang kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Tidak hanya itu, perawatan di Timur juga lebih mahal  karena mayoritas pasokan listrik untuk BTS menggunakan solar dan baterai. Kemudian lokasi yang jauh juga membuat biaya kunjungan cukup besar, karena harus menggunakan kapal, pesawat, dan helikopter untuk menjangkau titik BTS. 

Sementara itu, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif mengatakan meskipun harga sewanya berbeda, dia memastikan selisihnya tidak sampai dua kali lipat dari harga sewa di Paring Tengah dan Paring Barat.  

Anang mengatakan Bakti berupaya memberi subsidi di Palapa Ring Timur, untuk menekan biaya sewa per kilometernya agar tidak jauh berbeda dengan Paring Barat dan Paring Tengah.

Hingga saat ini tarif sewa per segmen untuk Palapa Ring Timur belum diumumkan meskipun pembangunan telah rampung.

Adapun, untuk Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah, harga sewa serat optik pasif di darat dan di laut dibanderol dengan harga Rp12 juta per Km/tahun dan Rp36 juta per km/tahun.

palapa ring timur

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top