KABEL LAUT: Tarif Palapa Ring Timur Lebih Mahal dari Ring Barat dan Tengah

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memastikan bahwa harga sewa per kilometer Palapa Ring Timur lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa proyek Palapa Ring Tengah dan Barat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  10:38 WIB
KABEL LAUT: Tarif Palapa Ring Timur Lebih Mahal dari Ring Barat dan Tengah
Palapa Ring Jilid II. - infopublic.id

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memastikan bahwa harga sewa per kilometer Palapa Ring Timur lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa proyek Palapa Ring Tengah dan Barat.

Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan kondisi geografi yang terjal dan mahalnya harga material di wilayah timur menjadi salah satu penyebab tingginya harga sewa Palapa Ring Timur.

Dia menuturkan hal tersebut berdampak pada meningkatnya biaya belanja modal dan operasional yang dikeluarkan untuk membangun Palapa Ring Timur.

“Harga bahan-bahan di timur lebih mahal, geografisnya juga lebih terjal, selain itu juga biaya bahan bakar seperti solar dan upah pegawai juga berbeda dibandingkan di Ring Barat,” kata Anang kepada Bisnis.com, Senin (26/8/2019).

Anang menuturkan meskipun harga sewanya berbeda,  dia memastikan selisihnya tidak sampai dua kali lipat dari harga sewa di Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring Barat dan Ring Tengah.

Anang mengatakan Bakti berupaya memberi subsidi di Palapa Ring Timur, untuk menekan biaya sewa per kilometernya agar tidak jauh berbeda dengan Ring Barat dan Ring Tengah.   

Dia mengatakan saat ini sejumlah operator besar telah menyatakan minat untuk ring timur, salah satunya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Persero)

Anang menuturkan hadirnya Palapa Ring Timur menjadi solusi sistem pengganti atau redundant ketika kabel bawah laut milik Telkom di wilayah timur bermasalah.

Anang berpendapat ketika kabel laut bermasalah seperti putus, membutukan waktu lama untuk memperbaiki sehingga infrastruktur yang dapat menggantikan sistem tersebut untuk sementara waktu dibutuhkan.

“Palapa Ring Timur bisa sebagai backup. Kalau terjadi apa-apa, seperti dulu jaringannya putus di Jayapura, sehingga hampir 1 papu blank, tidak bisa terima sinyal 4G,” kata Anang.

 SKKL Palapa Ring terbagi ke dalam tiga segmen yaitu Palapa Ring Barat sepanjang 2.275 km yang dikelola oleh PT Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah sepanjang 2.995 km yang dikelola oleh PT LEN Telekomunikasi Indonesia, dan Palapa Ring Timur yang dikelola PT Palapa Timur Telematika dengan panjang 6.878 km.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palapa ring, kabel laut, palapa ring paket timur

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top