5 Terpopuler Teknologi, Tingkat Penetrasi Ponsel Pintar Didominasi Gawai Murah dan Bisakah 5G Diterapkan Lebih Awal di Indonesia?

Tingkat penetrasi ponsel pintar yang didominasi oleh gawai murah menjadi berita terpopuler di kanal Teknologi Bisnis.com pada hari Senin (26/8/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  18:11 WIB
5 Terpopuler Teknologi, Tingkat Penetrasi Ponsel Pintar Didominasi Gawai Murah dan Bisakah 5G Diterapkan Lebih Awal di Indonesia?
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Badan Usaha Tetap (BUT) untuk mengejar pemasukan pajak dari perusahaan asing yang berbasis di luar negeri namun bertransaksi dan memperoleh penghasilan di Indonesia termasuk perusahaan-perusahaan besar 'Over The Top' (OTT) atau daring seperti Google, Facebook, Youtube dan lain-lain. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

1. Tingkat Penetrasi Ponsel Pintar Didominasi Gawai Murah

Penjualan ponsel pintar murah dinilai dapat mendorong penetrasi ponsel pintar di Indonesia.

Direktur Institutional Equity Sales CGS-CIMB Securities Kartika Sutandi menjelaskan, ponsel pintar kelas bawah dan menengah yang ada saat ini sudah dapat memenuhi sejumlah kegiatan sederhana pelanggan operator, seperti menonton video dan mengirim pesan singkat.

Baca selengkapnya di sini.

2. Kartu SIM Elektronik untuk Ponsel, Langgar Aturan atau Tidak?

Penggunaan kartu SIM elektronik dinilai tidak menyalahi aturan selama validasi data pelanggan dilakukan secara benar.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi Kresna mengatakan dalam regulasi regristrasi kartu SIM prabayar yang berlaku saat ini, tidak diatur mengenai SIM yang harus digunakan oleh operator, apakah berbentuk fisik atau elektronik, sehingga pemakaian kartu SIM elektronik dimungkinkan.

Baca selengkapnya di sini.

3. KABEL LAUT: Tarif Palapa Ring Timur Lebih Mahal dari Ring Barat dan Tengah

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memastikan bahwa harga sewa per kilometer Palapa Ring Timur lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa proyek Palapa Ring Tengah dan Barat.

Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan kondisi geografi yang terjal dan mahalnya harga material di wilayah timur menjadi salah satu penyebab tingginya harga sewa Palapa Ring Timur.

Baca selengkapnya di sini.

4. Mengenal Peran Akselerator & Inkubator dalam Ekosistem Startup Indonesia

Peran akselerator dan inkubator perusahaan rintisan menjadi salah satu faktor penyebab maraknya investasi startup di Indonesia tahun ini.

Accelerator Director GK Plug and Play Indonesia Aaron Nio menilai, lahirnya pemain inkubator dan akselerator baru di Asia Tenggara menandakan perkembangan dunia ekonomi digital di Asia Tenggara, dan meningkatnya pemahaman para investor mengenai konsep dan cara berinvestasi di perusahaan rintisan.

Baca selengkapnya di sini.

5. Bisakah 5G Diterapkan Lebih Awal di Indonesia?

Percepatan penerapan teknologi 5G di Indonesia dinilai memungkinkan untuk dilakukan.

Country Director Indonesia, Qualcomm, Shannedy Ong, mengatakan dasar teknologi 5G juga telah dirancang agar dapat diadaptasi sesuai dengan beragam persyaratan teknis, sehingga kebutuhan penyesuaian teknis dalam penyediaan perangkat dan layanan menjadi lebih terjangkau dan mampu mendorong percepatan penerapan 5G.

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartphone, ponsel, seluler, sim, provider, StartUp, palapa ring, teknologi 5G

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top