Mengenal Peran Akselerator & Inkubator dalam Ekosistem Startup Indonesia

Peran akselerator dan inkubator perusahaan rintisan menjadi salah satu faktor penyebab maraknya investasi startup di Indonesia tahun ini.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  18:15 WIB
Mengenal Peran Akselerator & Inkubator dalam Ekosistem Startup Indonesia
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Peran akselerator dan inkubator perusahaan rintisan menjadi salah satu faktor penyebab maraknya investasi startup di Indonesia tahun ini.

Accelerator Director GK Plug and Play Indonesia Aaron Nio menilai, lahirnya pemain inkubator dan akselerator baru di Asia Tenggara menandakan perkembangan dunia ekonomi digital di Asia Tenggara, dan meningkatnya pemahaman para investor mengenai konsep dan cara berinvestasi di perusahaan rintisan.

Demikian pula yang terjadi di Tanah Air. Menurutnya, perkembangan ekosistem perusahaan rintisan di dalam negeri memberikan peluang bagi para akselerator dan inkubator untuk mengedukasi para pendiri perusahan rintisan dalam melakukan bisnis dan mengembangkan teknologi.

“Salah satu tantangan yang kita lihat saat ini adalah diperlukannya lebih banyak lagi perusahaan rintisan yang muncul dengan ide dan inovasi yang unik,” ungkapnya, baru-baru ini.

Dia menambahkan, perusahaan rintisan yang masuk ke dalam ekosistem GK PnP memiliki tingkatan yang berbeda, ada yang tahap awal dan masih membutuhkan pendanaan maupun mentoring, namun ada juga yang telah berjalan dua hingga tiga tahun dan memiliki pasarnya.

Dalam hal ini, ujarnya, GK Plug and Play Indonesia berdiri sebagai akselerator yang memfasilitasi ekosistem perusahaan rintisan, mulai dari pendanaan, mentoring, hingga akses pasar. Pihaknya menggandeng berbagai perusahaan besar di Indonesia untuk berkolaborasi dengan perusahaan rintisan.

“Kami menjadi jembatan inovasi,” ujarnya.

Adapun setiap tahunnya, GK Plug and Play memiliki dua program akselerator, di mana setiap batch terdiri lebih dari 12 perusahaan rintisan yang terpilih. Sejauh ini, program akselerator telah memasuki Batch 5 dan perusahaan telah mengakselerasi lebih dari 50 perusahaan rintisan dengan berbagai vertikal, mulai dari teknologi finansial, insurtech, IoT Mobility, Food and Agritech, dan masih banyak lainnya.

Dia meyakini, adanya akselerator sangat berperan dalam meningkatkan tingkat keberhasilan perusahaan rintisan, terutama pada tahap awal. Dalam program akselerator, para pendiri perusahaan akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari para pakar industri, dan mendapatkan kesempatan untuk memperkuat fondasi bisnisnya dalam tahap awal.

Hal ini juga akan membantu perusahaan rintisan bergerak lebih cepat dan siap mendapatkan investasi lanjutan.

Dalam catatan Bisnis.com, setidaknya terdapat sejumlah program akselerator baru lahir tahun ini.

Beberapa di antaranya adalah SYNERGY Accelerator, program akselerasi terbuka yang diadakan oleh PT Bank Central Asia Tbk bekerja sama dengan Digitaraya Powered by Google Developers Launchpad. 

Selain itu, ada juga program akselerator UI Works, hasil kerja sama antara perusahaan teknologi Gojek dengan Universitas Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
modal ventura, StartUp, investasi startup

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top