Startup Solusi Bisnis Greenhouse Himpun US$3,8 Juta

Seri bridge round ke Greenhouse dipimpin oleh 14 angel investor yang terdiri dari 7 investor baru dan 7 investor yang telah ikut serta dalam seed round sebelumnya.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  16:23 WIB
Startup Solusi Bisnis Greenhouse Himpun US$3,8 Juta
CEO and Co-Founder of Greenhouse Drew Calin. - dok. Greenhouse

Bisnis.com, JAKARTA — Greenhouse, penyedia coworking space ramah lingkungan dan solusi terintegrasi pengelolaan bisnis, telah meraih US$3,8 juta dalam ronde pendanaan antara (bridge). Ini adalah seri pendanaan kedua Greenhouse setelah pendanaan awal pada 2017 senilai US$1,7 juta.

Seri bridge round ke Greenhouse dipimpin oleh 14 angel investor yang terdiri dari 7 investor baru dan 7 investor yang telah ikut serta dalam seed round sebelumnya, antara lain Dilip dan Deepak Chugani dari KNS Group.

Drew Calin, CEO dan Co-Founder Greenhouse, menyatakan bahwa, sejauh ini Greenhouse telah menarik investor dari berbagai negara seperti Singapura, Australia, Indonesia, dan Amerika Serikat dan berbagai latar belakang termasuk real estat, teknologi, keuangan, logistik, akselerator, dan modal ventura.

“Kami sangat beruntung karena memiliki sekelompok angel investor berpengalaman yang juga dapat menyumbangkan nilai bagi perusahaan di luar investasi moneter mereka,” ujarnya, seperti dikutip Senin (27/5/2019).

Calin menambahkan, banyak dari investor ini juga berpartisipasi di seed round, termasuk dua pendiri dan investor utama perusahaan. Menurutnya, hal  ini menggambarkan kepercayaan mereka pada kemampuan perusahan untuk mewujudkan visi. 

Greenhouse bertujuan untuk menanamkan budaya pengembangan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam pasar seperti Asia Tenggara. Melalui pendanaan baru ini, Greenhouse akan memperluas kemampuannya dalam membantu perusahaan asing masuk, dan perusahaan lokal bertumbuh, dalam pasar yang tumbuh cepat seperti Indonesia dan Filipina.

“Greenhouse didirikan untuk menyederhanakan proses yang diperlukan untuk masuk dan tumbuh dalam pasar seperti melalui meningkatkan transparansi, efisiensi, dan meminimalkan risiko. Kami melakukan ini dengan membangun dan mengelola jaringan penyedia layanan B2B berkualitas tinggi, yang menawarkan layanan seperti pendirian perusahaan, layanan visa, payroll, konsultasi pajak/hukum, dan rekruitmen,” jelas Drew.

Greenhouse saat ini tengah memperluas jaringan mitranya di seluruh Asia, serta sedang membangun platform teknologi yang akan menghubungkan bisnis yang ingin berekspansi di pasar lokal dengan penyedia layanan B2B yang dapat mendukung ekspansi itu secara lebih efisien.

Vicknesh R. Pillay, Co-Founder Greenhouse, menjelaskan, pihaknya  akan meluncurkan Greenhouse Connect pada kuartal II tahun 2019. Versi awal produk ini akan menawarkan layanan pendirian perusahaan dasar untuk bisnis yang ingin berdiri di Indonesia, tetapi juga akan diperluas menjadi enam layanan B2B di berbagai pasar pada akhir tahun.

 "Pasar-pasar ini meliputi Indonesia, Filipina, Singapura, Vietnam, Thailand, dan India. Ini akan memposisikan kami untuk membantu perusahaan-perusahaan memasuki dan mengembangkan bisnis mereka lebih efisien dan efektif, dengan pengorbanan waktu serta modal yang lebih sedikit,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top