Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rudiantara : Tinggal Satu Unicorn yang Belum Go International

Hal tersebut dia ungkapkan ketika menghadiri peluncuran fitur BukaGlobal dari Bukalapak di Singapura.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  13:13 WIB
Nadiem Makarim dari Go-Jek (dari kiri ke kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Ferry Unardi dari Traveloka, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Achmad Zaky dari Bukalapak dalam Nexticorn International Summit di Bali, Rabu (9/5/2018) - Bisnis - Demis Rizky Gosta
Nadiem Makarim dari Go-Jek (dari kiri ke kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Ferry Unardi dari Traveloka, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Achmad Zaky dari Bukalapak dalam Nexticorn International Summit di Bali, Rabu (9/5/2018) - Bisnis - Demis Rizky Gosta

Bisnis.com, SINGAPURA — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yakin bahwa semua startup unicorn Indonesia bakal melenggang ke pasar global. Menurutnya, ekspansi unicorn ke luar negeri hanya masalah waktu dan kesiapan setiap perusahaan rintisan tersebut. 

Hal tersebut dia ungkapkan ketika menghadiri peluncuran fitur BukaGlobal dari Bukalapak di Singapura, Senin (20/5/2019). Rudiantara mengatakan dengan hadirnya fitur ini berarti hanya tinggal satu unicorn yang belum berekspansi ke luar negeri.

"Kemarin transportasi [Gojek] udah, Traveloka kan memang basisnya [layanan] luar negeri kan. Terus ini dari e-commerce nih perdagangan [Bukalapak] sudah mulai. Tinggal satu lagi, [Tokopedia] yang saya yakin bakal nyusul juga," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa unicorn Indonesia memang sudah waktunya tidak hanya fokus pada pasar dalam negeri tapi harus mengembangkan diri untuk menjangkau pasar lebih besar. Menurutnya itu syarat mutlak jika unicorn ini "naik kelas" jadi decacorn

Menteri yang biasa disapa RA ini mencontohkan decacorn di level regional yang mampu menguasai pasar di beberapa negara, termasuk Indonesia. Menguasai pasar Indonesia dianggap menjadi kunci mengingat populasinya mencakup 40% dari total populasi Asean dan startup dalam negeri telah memiliki modal tersebut.

"[Ini menunjukkan] bahwa Indonesia punya unicorn yang mampu bersaing atau berkiprah di pasar internasional. Enggak jadi jagoan kandang terus," tambahnya. 

Lebih lanjut Rudiantara juga menyebut ekspansi platform dagang-el lokal ke luar negeri menjadi penting karena dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Adanya akses terutama bagi UMKM untuk menjual barang mereka kepada konsumen global akan membuka keran ekspor yang lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce bukalapak
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top