Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Telkomsel Turun, Trafik Data Dobel

Sepanjang 2018, Telkomsel membukukan pendapatan senilai Rp89,3 triliun, EBITDA Rp47,4 triliun, dan laba bersih Rp25,5 triliun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  10:22 WIB
Dari kanan ke kiri, General Manager External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin, VP Network Operation Telkomsel Andrias Indra, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi, dan EVP Area Jawa Bali Telkomsel Agus Setya Budi di Denpasar, Selasa (30/4/2019). - Dok. Telkomsel
Dari kanan ke kiri, General Manager External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin, VP Network Operation Telkomsel Andrias Indra, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi, dan EVP Area Jawa Bali Telkomsel Agus Setya Budi di Denpasar, Selasa (30/4/2019). - Dok. Telkomsel

Bisnis.com, BADUNG — PT Telekomunikasi Selular mencatatkan pertumbuhan lalu lintas layanan mobile data pada 2018. Trafik data Telkomsel naik hingga 101,7% secara tahunan menjadi 4.373.077 terabyte.   

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah optimitiss pada tahun ini pendapatan perseroan kembali tumbuh positif, didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari layanan data.

Hanya saja, Ririek tidak menyebutkan target pendapatan yang akan disumbangkan lewat layanan data pada 2019. “Bagi Telkomsel tetap bisa jaga kesehatannya menjaga produktabilitas yang lebih sehat dan memberikan layanan yang lebih baik, bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Ririek.

Diketahui, sepanjang 2018, Telkomsel membukukan pendapatan senilai Rp89,3 triliun, EBITDA Rp47,4 triliun, dan laba bersih Rp25,5 triliun. Pendapatan perseroan turun 4,18% dibandingkan dengan 2017 yang senilai Rp93,2 triliun.

Lebih lanjut, lalu lintas layanan data 2018 meningkat 101,7% YoY menjadi 4.373.077 terabyte, yang terutama didorong oleh jumlah pelanggan data sebanyak 106,6 juta pelanggan atau 65,4% dari total pelanggan Telkomsel.

Ririek menjelaskan penurunan pendapatan di perusahaan mengikuti tren penurunan di Industri yang turun sekitar 7,4%. Dia mengatakan, penurunan pendapatan di Industri disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, terpangkasnya pendapatan dari legacy. Kedua, adanya program regristrasi kartu SIM yang membatasi jumlah kartu prabayar untuk setiap pelanggan. Terakhir, perang tarif.

Meskipun demikian, dia optimistis pada 2019 industri telekomunikasi akan mengalami pertumbuhan pendapatan di kisaran 4%—5%.

Perseroan memastikan basis pelanggan data, jumlah dan jangkauan BTS 3G/4G serta peningkatan lalu lintas data akan menjadi fondasi untuk pertumbuhan positif kinerja Telkomsel pada 2019.

Sepanjang 2018, Telkomsel membangun 28.376 base tranceiver station (BTS) baru yang seluruhnya berbasis teknologi 4G LTE sehingga pada akhir tahun 2018 jangkauan 4G LTE lebih dari 90% populasi.

Kemudian pada 2019, Telkomsel berencana membangun 20.000 BTS 4G dan menjangkau 93% populasi. Adapun, jumlah BTS yang dimiliki Telkomsel hingga saat ini sebanyak 197.000, dari angka tersebut 65.000 BTS merupakan 4G. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top