Infrastruktur Telekomunikasi Terus Merangsek ke Perdesaan

Pemerintah terus menggelar infrastruktur telekomunikasi di seluruh desa berpemukiman di Indonesia.
Leo Dwi Jatmiko | 11 April 2019 01:51 WIB
Menara telekomunikasi - Antara

Bisnis.com, PADANG -  Pemerintah terus menggelar infrastruktur telekomunikasi di seluruh desa berpemukiman di Indonesia.

Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah membangun prasarana telekomunikasi di wilayah-wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) serta perbatasan yang secara finansial tidak menarik minat swasta untuk dikelola (financially not viable).

Dalam kaitan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meninjau pemanfaatan BTS (Base Transceiver Station) serta Akses Internet untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai yang disediakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).  

Rudiantara menyampaikan pemerintah hadir untuk memastikan bahwa hak atas informasi melalui akses telekomunikasi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

“Pembangunan akses internet di wilayah 3T telah dilakukan oleh Pemerintah sejak tahun 2015. Akses internet telah dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa SMP dan SMA, salah satunya di Kabupaten Mentawai,” kata Rudiantra saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Padang (UNP),  Kamis (11/4/2019).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Rudiantara juga melakukan peresmian BTS dan Akses Internet dengan didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Rektor Universitas Negeri Padang Ganefri serta Direktur Utama BAKTI Anang Latif.

Dalam acara peresmian itu pula, dilakukan uji coba pemanfaatan jaringan, melalui teleconference dengan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Direktur Layanan Teknologi Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Danny Januar yang berada di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Matobe, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Sampai saat ini, BTS dan Akses Internet BAKTI yang tersedia di Kabupaten Mentawai sudah mencapai 183 titik lokasi Akses Internet dan 33 titik lokasi BTS.

Sementara itu, Bakti menyadari bahwa penyediaan Infrastruktur perlu diimbangi dengan penguatan literasi masyarakat dan ekosistem digital.

Oleh karena itu untuk mendorong literasi BAKTI juga melakukan sejumlah cara seperti lewat aplikasi belajar Bahasa Inggris Online yakni BAHASO untuk para siswa SMA di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai.

Inisiasi pengembangan SDM ini telah dilakukan BAKTI sejak 2018 dengan jumlah peserta mencapai 2.600 siswa yang dilaksanakan di lima kabupaten/kota yaituBima-Nusa Tenggara Barat, Sumba Timur-Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta-DI Yogyakarta, dan Solok-Sumatera Barat.

Internet dan Kesehatan

Pemerintah meyakini bahwa teknologi adalah enabler dari kekuatan sektor lainnya. Oleh karena itu, BAKTI ikut berpartisipasi dalam memperkuat sektor kesehatan melalui penyediaan jaringan internet untuk aplikasi HaloDoc serta demo perangkat Tele-CTG (cardiotography) di Desa Matobe.

HaloDoc merupakan platform layanan kesehatan digital yang telah hadir sejak April 2016. Aplikasi HaloDoc dapat juga diakses melalui gawai dan aplikasi ini memungkinkan penggunanya berkomunikasi langsung ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia, kapanpun, dan di manapun selama terhubung dengan internet.

Ketersediaan jaringan internet yang cepat dan handal menjadi prasyarat untuk pengembangan dan pemanfaatan konten, aplikasi, maupun platform yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Khusus untuk Mentawai, yang rawan bencana alam, kehadiran jaringan telekomunikasi diharapkan menjadi salah satu mitigasi risiko dalam mempercepat diseminasi infomasi mengenai kebencanaan, sehingga dapat mengantisipasi dan mengurangi dampak-dampak yang lebih serius.

“Saya mengharapkan dengan adanya layanan internet dari BAKTI, para siswa dan masyarakat dapat mengembangkan diri dan meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang bersifat edukatif maupun untuk menunjang produktivitas,”  ujar Rudiantara.

Sementara itu, Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melayani masyarakat di wilayah 3T melalui kombinasi teknologi telekomunikasi sehingga lembaga-lembaga penting seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintah daerah, dan kantor kepolisian serta kantor komando pertahanan dan keamanan dapat memperoleh internet cepat.

Dia menambahkan dengan adanya internet dan aplikasi yang dijalankan di atasnya, banyak kemudahan dimungkinkan, seperti, akses kepada layanan kesehatan akan semakin cepat.

“Konsep sharing economy semakin mengedepan. Dengan adanya Tele-CTG yang merupakan layanan yang menyajikan alat CTG yang dikemas dengan teknologi digital, akan mempermudah penggunaan dan distribusi CTG sehingga harga untuk penyediaan perangkat tersebut dapat ditekan" ujar Anang. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telekomunikasi, perdesaan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup