Industri 4.0 Butuh Software Open Source

PT Equnix Business Solutions (Equnix) mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 yang akan terjadi dalam waktu dekat butuh software Open Source sebagai infrastruktur utama.
Sholahuddin Al Ayyubi | 28 Maret 2019 03:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Equnix Business Solutions (Equnix) mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 yang akan terjadi dalam waktu dekat butuh software Open Source sebagai infrastruktur utama.

CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang berpandangan revolusi industri 4.0 hanya bisa terjadi dengan bantuan software open source. Julyanto memberi contoh saat ini semua perusahaan rintisan atau startup hanya mau menggunakan software open source yang murah.

Selain startup, beberapa perusahaan besar lainnya seperti perbankan dan manufaktur, perlahan tapi pasti mulai beralih ke software open source demi efisiensi produksi. Menurutnya, penghematan akibat peralihan dari software lisensi berbayar ke open source bisa menghemat sekitar Rp300 miliar.

"Software berbasis open source menjadi jawaban dari ketimpangan sistem lisensi software yang cenderung kurang adil dan bersifat kapitalistik. Masa depan solusi ini sangat prospektif, terlebih di era revolusi industri 4.0," tuturnya, Rabu (27/3/2019).

Julyanto mengakui software lisensi berbayar kini membuat pengguna repot ketika muncul masalah yang hanya bisa diatasi perusahaan pemegang lisensi tersebut.

Pasalnya, menurut Julyanto, yang mengetahui letak permasalahan dari software itu hanyalah pemilik lisensi dan hal tersebut membuat biaya pemeliharaan software berlisensi berbayar menjadi besar.

"Berbeda dengan open source yang arsitektur software-nya transparan dan bisa diketahui pengguna. Jika ada masalah bisa ditangani sendiri, atau pihak yang sudah terlatih tentunya," katanya.

Seperti diketahui, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau IP-TIK Nasional 2017, masih rendah, atau berada di level 4,99 dari skala 1-10.

Sedangkan pada tingkat global, Indonesia berada di urutan ke-45 dari 140 negara atau ke-4 di wilayah Asia Tenggara, dalam daftar The Global Competitiveness Report 2018, yang dikeluarkan World Economic Forum.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Indonesia menyambut revolusi industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di industri teknologi informasi untuk mencapai potensi ekonomi digital sebesar US$150 miliar atau Rp2.100 triliun pada 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
software

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top