Halodoc Himpun Modal Rp919 Miliar

UOB Venture Management memimpin investasi ke Halodoc beserta beberapa investor baru seperti Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTec beserta beberapa investor Halodoc terdahulu.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  10:13 WIB
Halodoc Himpun Modal Rp919 Miliar
Chief of Medical Halodoc Irwan Heriyanto (kiri), memberikan tips pemakaian masker yang benar, disaksikan Founder sekaligus Chief Executive Officer Halodoc, Jonathan Sudharta (kedua kiri) dan Head Go-MED Inggrid Silalahi (kedua kanan)saat pencanangan kampanye INDONESIASEHAT di Jakarta, Senin (14/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Halodoc berhasil menghimpun pendanaan seri B sebesar US$65 juta atau Rp919 miliar yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Beberapa investor baru seperti Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTec turut serta dalam ronde pendanaan tersebut beserta beberapa investor Halodoc terdahulu.

Ini merupakan pendanaan terbesar kedua Halodoc sejak didirikan pada April 2016. Rencananya Halodoc akan menggunakan dana tersebut untuk kelanjutan pembangunan teknologi dan infrastruktur layanan kesehatan, sekaligus memperluas kerja sama strategis dengan berbagai rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Indonesia.

Jonathan Sudharta, Founder dan Chief Executive Officer Halodoc menjelaskan,  selama 2 tahun terakhir ini, Halodoc mengalami perkembangan yang pesat sebagai platform digital kesehatan yang terkemuka di Indonesia. Sampai hari ini, Halodoc telah memberikan layanan kesehatan yang nyaman dan terpercaya bagi 2 juta penggunanya setiap bulan yang setengahnya berada di luar  Jawa.

“Terdapat potensi yang besar bagi kami untuk memanfaatkan teknologi guna memperluas jangkauan layanan kesehatan konvensional, serta menyediakan akses kesehatan yang lebih baik bagi populasi besar Indonesia. Investasi dan kerja sama strategis ini memungkinkan kami untuk mempercepat upaya dalam pembangunan platform digital yang dapat meningkatkan akses dan kenyamanan bagi jutaan pengguna di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (04/03).

Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs web yang memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20.000 dokter berlisensi di Indonesia, kapanpun dan di manapun. Demi kenyamanan, pengguna juga dapat melakukan pemesanan cek laboratorium yang dapat dilakukan di rumah serta melakukan pemesanan obat melalui aplikasi di 1.300 apotek rekanan yang dapat diantar dalam waktu kurang dari 1 jam.

Penggunaan platform Halodoc pada 2018 melonjak 2.500%, melebihi ekspektasi awal, yang mencerminkan secara jelas tingginya permintaan akan kenyamanan dan kemudahan akses layanan kesehatan.

Kian-Wee Seah, Managing Director dan CEO UOB Venture Management mengatakan, visi Halodoc adalah menggunakan teknologi untuk memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kesehatan yang terbatas di negara yang luas seperti Indonesia.

“Investasi kami di Halodoc ini merefleksikan pendekatan investasi bertanggung jawab untuk mendukung kemajuan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Halodoc juga memiliki kerja sama dengan para investornya seperti Openspace Ventures, Grup Clemont, Blibli.com, dan InvesIdea. Mitra strategis Halodoc, Grup Gojek menyatakan melanjutkan komitmennya terhadap kesuksesan Halodoc.  

“Kami bekerja sama menciptakan Go-Med sebagai salah satu fitur di aplikasi Gojek yang memberikan akses kepada layanan Halodoc bagi jutaan pengguna aplikasi GOJEK. Kami bangga dapat mendukung Halodoc dan segenap manajemen timnya dan akan terus berkolaborasi untuk semakin mempererat integrasi antara Gojek dan Halodoc.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top