InfraDigital Nusantara Raih Seeds Funding dari Appworks dan Fenox

InfraDigital menyediakan aplikasi digital yang bisa digunakan oleh oleh Tata Usaha (TU) lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa.
Deandra Syarizka | 04 Maret 2019 08:04 WIB
Siswa melakukan praktek program teknik kelistrikan di Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/10/2018). - Bisnis/Abdulah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — InfraDigital Nusantara memperoleh seeds funding dari Appworks Ventures, Fenox Ventures, dan beberapa angel investor dari Google dan Netflix.

Startup yang bergerak di bidang sistem pembayaran digital bagi sekolah tersebut berencana menggunakan modal segar dari sekelompok investor tersebut untuk berekspansi ke luar Jabodetabek, khususnya untuk memperluas layanan ke Jawa Tengah.

Founder InfraDigital Ian Mckenna menyatakan, pendanaan ini memungkinkan perusahaannya untuk mengembangkan layanannya ke luar Jakarta, yang selama ini belum dapat dilakukan karena kekurangan sumber daya manusia.  Dia menambahkan, selain memperluas jangkauan layanannya, pihaknya juga berencana untuk menambah fitur terbaru dalam aplikasi yang dikembangkan untuk sekolah. 

“Sekolah di luar Jakarta belum pernah kita layani karena kekurangan tim. Kami akan bentuk tim baru, sebagian untuk di Jawa Tengah karena kita belum ada tim di sana. Yang kedua, kami akan gunakan dana itu untuk tambah insinyur,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

InfraDigital merupakan aplikasi teknologi finansial business to business (B2B) yang digunakan oleh Tata Usaha (TU) lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa, seperti SPP dan tagihan regular lainnya.

Ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem tagihan digital dan pembayaran online melalui berbagai channel perbankan dan aplikasi pembayaran, seperti Indomaret, Alfamart, bank BNI/BNI Syariah, Mandiri, Danamon, aplikasi Ayopop, Kaspro, Mobilepulsa, dan lainnya.

Sejak rilisnya pada  awal 2018, perusahaan rintisan lulusan GnB Accelerator ini berkembang pesat dan sudah mengantarkan lebih dari 90 sekolah, universitas, bimbel dan pesantren menuju sistem keuangan digital. Tahun lalu, InfraDigital sudah membantu sekolah mengelola dan melancarkan pembayaran tagihan pendidikan hingga Rp24 miliar untuk lebih dari 20.000 siswa.

Dia menambahkan, pembayaran online dibutuhkan oleh sekolah untuk memudahkan orang tua siswa melakukan pembayaran sekolah di manapun. Menurutnya, saat ini masih banyak sistem TU sekolah yang hanya menerima pembayaran tunai akibat kekurangan sumber daya untuk pengembangan teknologi pembayaran.

“Ada sekolah yang menerima uang tunai, demografinya menengah ke bawah. Kebanyakan orang tua tidak punya rekening, sementara sumber daya di TU susah.Yang terjadi orang tua atau siswa antre di TU untuk pembayaran, kadang juga ada kertas transaksi yang hilang,” ujarnya.

Dengan sistem digital, dia menyatakan orang tua yang  dapat melakukan pembayaran uang sekolah secara fleksibel di manapun secara real time, tanpa harus memiliki rekening bank. Tak hanya menawarkan fleksibilitas, sistem digital juga membuat sistem transaksi keuangan sekolah menjadi lebih transparan.

Partner Appworks Ventures Jessica Liu menyatakan, pemerintah Indonesia telah menekankan betapa pentingnya sektor pendidikan. Namun, kualitas dan akses terhadap pendidikan yang belum merata masih menjadi kendala utama.

Menurutnya, mayoritas lembaga pendidikan Indonesia juga masih melayani pembayaran secara tunai. Dalam hal ini, InfraDigital bertujuan untuk melakukan digitalisasi sistem pembayaran sekolah, guna menciptakan pengalaman pembayaran yang lancar dan tanpa friksi baik bagi orang tua maupun sekolah.

Lebih lanjut dia menilai, meskipun para pendiri Infra Digital seperti Ian dan Indah [COO InfraDigital] merupakan pengusaha baru, mereka memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang industri pembayaran dan sangat mengerti kesulitan yang dialami oleh lembaga pendidikan dalam hal tersebut.

Menurutnya, mereka telah membuat perkembangan yang bagus terhadap visi tersebut, dan saat ini telah bekerja sama dengan berbagai klien dan menciptakan nilai yang tak terukur dalam hal waktu dan sumber daya yang dihemat. 

“Kami sangat menyukai kemampuan mereka dalam mengimplementasikan visinya, terutama di sektor yang akan membawa dampak pemberdayaan ekonomi yang besar. AppWorks terbuka untuk bekerja sama dengan sesama pengusaha yang bersemangat dan gigih untuk bersama-sama memajukan Indonesia,” ujarnya.

Tag : fintech
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top