Satelit Nusantara Satu, Broadband Internet 25 Mbps dan Harapan Baru Bagi Warga 3T

Peluncuran Satelit Nusantara Satu membuka harapan masyarakat di daerah terpencil pun bisa menikmati Internet pita lebar dengan kecepatan tinggi.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  11:15 WIB
Satelit Nusantara Satu, Broadband Internet 25 Mbps dan Harapan Baru Bagi Warga 3T
Saat saat peluncuran Satelit Nusantara Satu - youtube/PSN

Bisnis.com, JAKARTA - Peluncuran Satelit Nusantara Satu memunculkan harapan baru lahirnya broadband internet berkecepatan tinggi di Indonesia.

Hal itu bisa dipantau dari cuitan akun @Kemkominfo terkait peluncuran Satelit Nusantara Satu milik Pasifik Satelit Nusantara.

"#SobatKom, Indonesia pagi ini meluncurkan Satelit Nusantara Satu dengan roket peluncur Falcon-9 punya SpaceX. Dengan satelit dari PT Pasifik Satelit Nusantara ini semoga masyarakat, terutama di daerah-daerah 3T, bisa ngerasain broadband internet sampai 25 Mbps," demikian cuitan akun Kemkominfo, dipantau Jumat (22/2/2019).

Apa yang terjadi dengan kecepatan broadband hingga 25 Mbps? Jawabannya ringkas namun mencengangkan: kecepatan tinggi.

Sebuah hitung-hitungan soal kecepatan Internet yang diperoleh Bisnis di alamat https://motivasee.com menunjukkan bahwa dengan kecepatan transfer rate 512Kbps (Kilo Bits per second) sebuah file sebesar 1MB (Mega Bytes) atau 1024KB (Kilo Bytes) dapat terdownload dalam waktu 16 detik.

Lantas bagaimana dengan kecepatan transfer rate 25 Mbps? Untuk diketahui 25 Mbps (Mega Bits per second ) sama dengan 25.000 kilo bits per second  atau sama dengan 3.125 KiloByte per Second. Maka jumlah file sebanyak 1MB yang sama dengan 1024KB akan bisa didownload dalam waktu 1.024  dibagi 3125 yang hasilnya adalah 0,327 detik. 

Hitungan lain, seperti dikutip laman https://kreditgogo.com, menyebutkan pada bulan Maret 2013, rata-rata kapasitas halaman web internet secara global adalah 1,3 Megabit. Berdasarkan ukuran tersebut, estimasi waktu transfer yang diperlukan untuk membukanya adalah sebagai berikut.

1 Mbps: 10,3 detik per halaman

3 Mbps: 3,4 detik per halaman

5 Mbps: 2,06 detik per halaman

10 Mbps: 1,03 detik per halam

20 Mbps: 0,5 detik per halaman

Artinya, untuk kecepatan 25 Mbps, maka kecepatan membuka perhalaman menjadi 20 Mbps berbanding 25 Mbps dikali 0,5 detik alias 0,4 detik.

Jika hitungan di atas benar, tentu bisa dibayangkan betapa cepatnya mendownload data bahkan di daerah daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia sekalipun.

Kecepatan tinggi itu bisa diperoleh setelah Satelit Nusantara Satu dipastikan bisa mengorbit pada lokasi yang direncanakan dan menjalankan tugasnya dengan baik.

Pasifik Satelit Nusantara

Kecepatan jaringan Internet tersebut, jika benar-benar terwujud, tentu tak lepas dari jasa PT  Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

Untuk diketahui, PSN  merupakan operator dan perusahaan swasta yang bergerak dibidang informasi dan telekomunikasi satelit. Usaha ini berawal dari usaha penyediaan transponder satelit. Kini PSN tumbuh menjadi penyedia layanan informasi dan komunikasi berbasis satelit.

"PSN memberikan layanan komunikasi bergerak berbasis satelit melalui BYRU dan PASTI, dan juga juga layanan komunikasi data melalui satelit kepada industri perbankan, perkebunan, dan industri lainnya, baik dengan sistem VSAT IP maupun SCPC," demikian penjelasan di laman psn.co.id.

PT. Pasifik Satelit Nusantara tercatat sebagai perusahaan satelit swasta pertama dan salah satu dari 5 operator satelit di Indonesia. PSN menjadi pelopor inovasi Mobile VSAT (MVSAT) yang merupakan sistem antena VSAT bergerak dengan teknologi Auto Pointing pertama buatan bangsa Indonesia.

PSN berdiri pada 1991 dengan ide sederhana tetapi inovatif yang dicetuskan dua pakar satelit, yaitu Adi Rahman Adiwoso dan Iskandar Alisjahbana. Berdasar data di laman psn.co.id Adi Rahman Adiwoso kini menduduki jabatan Direktur Utama PSN.

Adi Rahman Adiwoso dan Iskandar Alisjahbana, tulis laman PSN, memahami bahwa satelit memiliki usia operasional yang ditentukan oleh perusahaan pembuat satelit. "Namun saat satelit digantikan dengan satelit baru, satelit lama masih memiliki sisa bahan bakar yang dapat digunakan guna memperpanjang masa/operasional satelit bila satelit dioperasikan dengan cara inklinasi orbit. Ide ini berhasil dilaksanakan pada satelit Palapa B1 yang sudah selesai masa kerjanya."

Pada tahun 2017, PSN telah meluncurkan internet broadband berkecepatan tinggi melalui satelit dengan harga terjangkau yang mampu menjangkau daerah-daerah di seluruh penjuru Indonesia yang tidak tercover oleh jaringan terrestrial, dengan harapan internet dapat dinikmati di manapun di negeri ini.

Berdasar catatan di wikipedia, pada 1992, PSN memperoleh satelit Palapa B1 yang telah habis usia ekonomisnya dan memperpanjang masa pakainya. Pada fase awal, PSN merupakan perusahaan yang menyewakan transponder satelit. Beberapa tahun kemudian PSN bersama dengan PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) dan Huges Corporation membangun satelit Palapa C1 yang memiliki kapasitas, usia dan kekuatan lebih baik.

Di kawasan Asia, PSN bersama dengan dua mitra dari Filipina dan Thailand, membentuk The Asia Cellular Satellite (ACeS), sebagai usaha untuk menyediakan layanan telepon genggam berbasis satelit di kawasan Asia Pasifik. ACeS menggunakan satelit milik sendiri yaitu Garuda-1 yang memiliki cakupan layanan regional.

Pada tahun 1996, dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa sewa transponder, PSN meluncurkan satelit Palapa C2. Dengan keunggulan dan posisi bisnis dalam industri satelit dan telekomunikasi, PSN terus melihat peluang pasar yang besar yang dapat dimanfaatkan.

Satelit Nusantara Satu (PSN VI) adalah satelit komunikasi geo stasioner (GEO) Indonesia yang dimiliki oleh Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit ini ditempatkan pada posisi di atas equator pada 146 BT dan bergerak bersamaan dengan rotasi bumi.

Satelit Broadband

Kini, PSN tercatat sebagai penyedia Satelit Nusantara Satu yang merupakan Satelit Broadband pertama Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Satelit ini memiliki kapasitas bandwidth yang lebih besar untuk memberikan layanan akses broadband ke seluruh wilayah Indonesia.

Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps, dan area cakupan (coverage) hingga ke seluruh wilayah Indonesia bahkan Asia Pasifik, Satelit Nusantara Satu memberikan harapan layanan Internet dengan kecepatan tinggi.

Satelit Nusantara Satu dibuat oleh Space System Loral (SSL), Amerika Serikat dan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat pada 22 Februari 2019 pagi (WIB) menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Satelit Nusantara Satu, #nusantarasatu

Sumber : PSN

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup