Super Snow Moon Malam Ini: Saat Bulan Purnama Lebih Terang, Lebih Besar dan Lebih Dekat ke Bumi

Bulan purnama malam ini menjadi perhatian dunia. Fenomena yang disebut sebagai Super Snow Moon ini akan mendekatkan Bulan ke Bumi. Konon, ini akan menjadi Supermoon terbesar tahun 2019 yang menyinari angkasa.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  20:12 WIB
Super Snow Moon Malam Ini: Saat Bulan Purnama Lebih Terang, Lebih Besar dan Lebih Dekat ke Bumi
Bulan Purnama: Super snow moon lebih terang, lebih besar, dan lebih dekat ke Bumi - NASA

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan purnama malam ini menjadi perhatian dunia. Fenomena yang disebut sebagai Super Snow Moon ini akan mendekatkan Bulan ke Bumi. Konon, ini akan menjadi Supermoon terbesar tahun 2019 yang menyinari angkasa.

Lantas mengapa fenomena saat Bulan akan tampak lebih dekat, lebih besar, dan lebih terang malam ini disebut Super Snow Moon?

Mengutip The Old Farmer's Almanac yang merupakan buku berisi referensi tentang prakiraan cuaca, musim tanam, data astronomi, resep, dan beragam artikel termasuk topik soal astronomi People.com menjelaskan asal-usul munculnya istilah Super Snow Full Moon.

Kata "super" digunakan untuk menunjuk ketika bulan purnama berada paling dekat dengan Bumi dalam orbitnya. Hal itu yang membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Namun, mengutip Almanac, kebanyakan orang tidak akan bisa menemukan perbedaan antara bulan super moon dan kondisi bulan yang biasa.

Kata "salju" atau snow pada purnama penuh bulan ini dikaitkan dengan kondisi di belahan bumi utara pada setiap Februari. Musim salju terbesar biasanya terjadi pada Februari.  Berdasar Almanac, suku asli Amerika lah yang  mulai menyebut fenomena bulan penuh ini sebagai Super Snow Moon.

Almanac juga menyatakan bahwa nama-nama umum lainnya untuk bulan purnama di bulan Februari termasuk Hunger Moon, Bony Moon, dan Little Famine Moon. Nama-nama itu terkait dengan suhu yang ganas dan iklim buruk yang membuat perburuan menjadi sulit.

Kondisi bulan penuh di Februari berbeda dengan fenomena pada bulan Januari yang disebut sebagai Super Blood Wolf Moon. Nama Super Blood Wolf Moon terkait dengan gerhana bulan yang terjadi selama super moon di bulan pertama tahun Masehi.

Sementara itu ndtv.com menyebutkan bahwa Super Snow Moon akan terjadi sekitar 583 kilometer lebih dekat dengan Bumi dibandingkan supermoon bulan Januari.

Ditambahkan pula bahwa Bulan purnama berikutnya akan terjadi pada Maret juga akan menjadi "supermoon".

Mengutip NASA, people mengutip bahwa istilah "bulan salju" adalah nama bersejarah yang diberikan pada bulan purnama kedua musim dingin oleh suku-suku asli Amerika di AS.

Bulan purnama di saat kondisi salju turun ini menjadi alasan munculnya nama alternatif "bulan kelaparan" atau hunger moon, karena kurangnya ketersediaan makanan di saat salju turun dahsyat.

Beberapa nama lainnya adalah bulan es dan bulan badai alias ice moon dan storm moon.

Super Snow Moon puncaknya diperkirakan terjadi malam ini pukul 22.54 WIB.

Setelah fenomena Super Snow Moon, bulan depan, Maret diperkirakan juga terjadi Supermoon dan diberi nama Super Worm Moon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
supermoon

Sumber : people.com/ndtv.com

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top