Kecepatan Internet Seluler Indonesia Sering Turun Naik

Ternyata kualitas koneksi internet di Indonesia memang fluktuatif karena kepadatan di jaringan pada jam-jam tertentu. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  08:43 WIB
Kecepatan Internet Seluler Indonesia Sering Turun Naik
Teknisi melakukan perawatan base transceiver station (BTS) PT XL Axiata di area Jawa Tengah - XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA — Sering kesal karena akses internet “turun naik”? Ternyata kualitas koneksi internet di Indonesia memang fluktuatif karena kepadatan di jaringan pada jam-jam tertentu. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh perusahaan riset OpenSignal, kecepatan koneksi internet 4G di Indonesia mencapai 18,5 Mbps pada jam-jam lengang trafik. Akan tetapi, kecepatan tersebut turun jauh menjadi 5,7 Mbps pada jam-jam padat trafik.

Dalam laporan dikatakan bahwa fenomena ayunan kecepatan internet 4G ini merupakan kondisi yang dialami oleh semua negara. Hal tersebut sulit dihindari dengan penggunaan teknologi 4G yang mengandalkan spektrum frekuensi di rentang yang rendah.

Bahkan, di negara Korea Selatan yang memiliki koneksi internet terbaik masih mengalami fluktuasi kecepatan koneksi. Negara dengan julukan negeri gingseng tersebut memiliki kecepatan 4G tecepat mencapai 55,7 Mbps dan kecepatan 4G terlambat 40,8 Mbps. Artinya, ada perbedaan keduanya sebesar 1,4 kali lipat.

OpenSignal menyatakan bahwa 42% negara yang disurvei mengalami variasi kecepatan hingga 2 kali lipat atau lebih. Indonesia sendiri, perbandingan antara koneksi tercepat dan terlambatnya mencapai 3,2 kali lipat menempati posisi buncit di antara negara-negara Asia Tenggara.

Menanggapi variasi koneksi 4G di Indonesia, Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan bahwa kecepatan internet 4G yang dirasakan oleh pelanggan memang sangat bervariasi.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh beberapa kondisi seperti jumlah kepadatan pengguna di sebuah wilayah, jumlah jaringan yang disediakan, hingga perilaku yang dilakukan oleh pelanggan pada waktu tersebut.

“Soal swing kecepatan 4G di Indonesia memang kecepatan koneksi 4G yang dirasakan pelanggan bisa bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan perilaku pelanggan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (19/2).

Dia melanjutkan bahwa XL mencatatkan rata-rata trafik tertinggi harian pada pukul 19.00-22.00. Pada waktu tersebut, lalu lintas yang terjadi mencapai 20% dari total trafik per hari. Sementara, waktu paling minim trafik XL yaitu pada 03.00-06.00.

Adapun, XL mengklaim kecepatan rata-rata koneksi 4G yang ditawarkan yaitu 7 Mbps untuk downlink dan 1,5 Mbps untuk uplink. Tri menyebut bahwa setiap pengguna dapat menikmati layanan koneksi yang lebih tinggi saat waktu-waktu dengan trafik sepi seperti pagi hari.

Berdasarkan laporan lain dari OpenSignal berjudul Mobile Network Update : Indonesia yang dirilis pada Desember lalu, kecepatan pengunduhan 4G dari operator yang ada di dalam negeri masih diungguli oleh Telkomsel sebesar 14,4 Mbps.

Operator berikutnya secara berturut-turut dalam hal kecepatan pengunduhan 4G adalah XL Axiata sebesar 8,14 Mbps; Smartfren sebesar 6,3 Mbps; Tri sebesar 4,47 Mbps; dan Indosat Ooredoo sebesar 4,14 Mbps.

Sementara itu, kecepatan pengunggahan 5G secara beruntut yaitu Telkomsel 6,7 Mbps; Tri 4,26 Mbps; XL Axiata 4,01 Mbps; Indosat Ooredoo 2,66 Mbps; dan terakhir Smartfren dengan kecepatan unggah 1,83 Mbps.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seluler

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top