Beralih ke Kamera Mirrorless dengan Canon EOS M50

EOS M50 menjadi mirrorless pertama dari Canon yang mampu mengambil gambar berkualitas 4K.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  10:38 WIB
Beralih ke Kamera Mirrorless dengan Canon EOS M50
Hasil foto menggunakan kamera mirrorless Canon EOS M50 - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Kamera mirrorless saat ini sedang menjadi primadona. Pabrik kamera, termasuk produsen kamera yang terkenal dengan SLR seperti Canon dan Nikon, berlomba merilis kamera mirrorless untuk memenuhi permintaan pasar.

Salah satu produk terbaru Canon adalah Canon EOS M50. Perangkat ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang mulai ingin beralih dari DSLR ke mirrorless.

Kamera satu ini membawa fitur yang cukup lengkap, baik untuk foto maupun video. Bahkan, EOS M50 menjadi mirrorless pertama dari Canon yang mampu mengambil gambar berkualitas 4K. Akan sangat cocok bagi para fotografer hybrid atau bagi mereka yang ingin memproduksi konten video.

Bisnis berkesempatan mencoba kamera satu ini selama beberapa pekan. Kesan pertama tentu timbul dari penampilan fisik. Sekilas, wajah EOS M50 tampak seperti mini DSLR Canon dengan desain yang khas.

Perbedaannya langsung terasa begitu dipegang. Bodinya yang mungil tentunya membuat kamera ini jauh lebih ringan dari DSLR. Grip yang ada membuat pegangan terasa mantap dan ergonomis.

Posisi tombol-tombol menu yang ada dapat dibilang serupa dengan kamera Canon lainnya sehingga pengguna tak akan terlalu kesulitan beradaptasi apalagi jika sebelumnya mereka pengguna setia Canon.

Bagi pengguna baru pun letak tombol tidak akan menyulitkan. Beberapa pengaturan terletak di bodi atas dan mayoritas tombol di bagian kanan sehingga mudah dioperasikan dengan satu tangan.

Seperti kamera-kamera generasi terkini, EOS M50 dilengkapi dengan layar sentuh LCD yang memudahkan pengoperasian, baik saat menentukan fokus maupun memilih menu. Selain itu, LCD kamera ini dapat diputar 360 derajat alias multi-angle sehingga memudahkan pengguna saat mengambil gambar di sudut-sudut yang sulit.

Beralih ke pengalaman pengguna, fitur yang dijajal pertama kali adalah video apalagi EOS M50 terkenal karena kemampuannya merekam video dengan resolusi tertinggi saat ini yakni 4K.

Namun, mengingat kamera satu ini lebih ditujukan untuk pemula, ada beberapa hal yang terasa kurang dalam perekaman video 4K, misalnya tidak mendukung Dual Pixel AF. Meskipun demikian, untuk di kelasnya apa yang ditawarkan EOS M50 lebih dari cukup.

Kamera ini juga memiliki mode slow motion atau gerakan lambat di resolusi HD 120p, sedangkan untuk video Full HD bisa didapatkan di resolusi 60p. Pilihan yang memuaskan bagi mereka yang ingin berkreasi.

Di luar semua itu, salah satu fitur yang amat terasa manfaatnya saat mengambil video adalah stabilisasi gambar. Canon EOS M50 dilengkapi Combination IS dengan 5-axis image stabilization (IS) di dalam kamera.

Hasil foto menggunakan Canon EOS M50 - Bisnis/Abdullah Azzam

Menurut Canon, IS memanfaatkan IS optik dan IS digital untuk membantu menciptakan video yang halus dan tajam, bahkan ketika menggunakan lensa non-IS.

Hasilnya bisa dibilang sesuai dengan klaim. Ketika digunakan mengambil video tanpa tripod sambil berjalan atau bergerak, kamera secara otomatis menstabilkan gambar dan ketika ditinjau ulang gambar yang dihasilkan tidak mengecewakan.

Sementara itu, hasil video selfie juga tak mau kalah. Terbantu dengan LCD yang dapat diputar ke depan, maka pengambilan video selfie ala vlogger dapat dengan mudah dilakukan. Autofokusnya juga merespons dengan cepat sehingga terhindar dari video yang blur.

Bicara soal autofokus, untuk pengambilan foto pun performanya tidak buruk, terutama dengan bantuan layar sentuhnya. Pengguna dapat dengan mudah menekan titik yang diinginkan dan fokus pun akan berpindah.

Adanya fitur Touch & Drag AF yang memudahkan pengguna memindahkan fokus hanya dengan menggeser bingkai AF dengan jari pada panel LCD, bahkan saat sedang membidik melalui electronic view finder.

EOS M50 sendiri dibekali prosesor gambar DIGIC 8 dan sensor CMOS ukuran APS-C 24,1 megapiksel. Kombinasi tersebut memungkinkan kamera ini dapat melakukan continous shooting 10fps, mode one shot AF dan 7,4 fps pada mode servo AF, untuk menangkap objek bergerak misalnya foto olahraga dan performanya masih terbilang baik jika disandingkan dengan merek lain.

Untuk fotografi siang hari dan di luar ruang, kemampuannya tak perlu diragukan. Sementara itu, untuk malam hari atau saat kondisi minim cahaya, EOS M50 mengandalkan kecepatan ISO 25600 yang dapat ditingkatkan hingga 51200. Hasilnya pun terbilang cukup baik meski pengaturan ISO dan bukaan lensa harus benar-benar dipertimbangkaan agar hasil foto tidak berbutir (grainy).

Hasil foto dalam keadaan minim cahaya - Bisnis/Abdullah Azzam

Satu hal yang menarik, EOS M50 telah dibekali dengan Silent Shutter alias mode senyap sehingga tak perlu khawatir objek bidikan akan terganggu dengan suara jepretan kamera. Mode ini sangat cocok digunakan untuk foto-foto candid seperti street photography.

Hasil foto menggunakan Canon EOS M50 untuk street photography - Bisnis/Abdullah Azzam

Tak lupa, hal yang juga menjadi perhatian adalah masalah baterai. Urusan satu ini, kamera mirrorless masih belum bisa bersaing dibandingkan dengan baterai DSLR yang mampu bertahan berhari-hari.

Meskipun demikian, EOS M50 menawarkan baterai yang cukup kuat. Jika diisi sampai penuh di pagi hari, baterainya mampu bertahan sampai malam. Cukup untuk berkreasi seharian penuh, asal tak lupa mengisi ulang daya untuk keesokan harinya.

Secara keseluruhan, EOS M50 tidak akan mengecewakan mereka yang ingin mulai mencoba pindah ke kamera mirrorless. Dibanderol sekitar Rp8,5 juta untuk paket lensa kit15-45mm, rasanya kamera satu ini boleh masuk dalam daftar keinginan Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kamera

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top