Zilingo Himpun Modal US$226 Juta dari Sequoia, Temasek, dkk

Pendanaan itu sekaligus menjadikan total pendanaan yang berhasil dihimpun oleh Zilingo menjadi US$308 juta.
Deandra Syarizka | 12 Februari 2019 11:33 WIB
Logo Zilingo

Bisnis.com, JAKARTA — Zilingo, platform dagang-el di bidang fesyen,  berhasil mengumpulkan US$226 juta dalam putaran pendanaan Seri D dari Sequoia Capital, Temasek, Burda Principal Investments, Sofina, investment fund dari Singapura -EDBI dan investor yang sudah ada.

Pendanaan itu sekaligus menjadikan total pendanaan yang berhasil dihimpun oleh Zilingo menjadi US$308 juta.  

Shailendra Singh, Managing Director Sequoia Capital (India) Singapura menyatakan, investasi Sequoia di Zilingo sudah ada bahkan sebelum perusahaan terinkorporasi dan nama perusahaan Zilingo difinalisasi.

Menurutnya,  Ankiti (CEO Zilingo) beserta timnya mengubah ide orisinal mereka tentang Zilingo menjadi sebuah platform yang melayani para konsumen, penjual, retailer, brand, dan produsen di bidang fesyen secara menyeluruh yang mewakili pasar bernilai ratusan miliar dolar.

“ Kami takjub akan kemampuan tim Zilingo untuk menciptakan visi dan mengeksekusi peta jalan [roadmap] yang ambisius dan kami turut bersemangat untuk mendukung  perjalanan Zilingo ke depannya,” ujarnya,  seperti dikutip dari siaran pers,  Selasa (12/02).

Zilingo mengawali langkahnya sebagai marketplace fesyen dan gaya hidup pada tahun 2015 oleh Ankiti Bose dan Dhruv Kapoor. Saat menangani ribuan penjual di platform tersebut, para pendiri Zilingo secara langsung melihat jerih payah dan kesulitan yang dihadapi oleh para penjual. 

Berbagai usaha yang dimiliki para penjual tersebut tidak dapat meningkatkan keuntungan mereka atau berkembang lebih jauh karena kurangnya akses ke teknologi dan modal, sedangkan merek internasional besar lainnya terus tumbuh secara agresif.

Penjual kecil tidak memiliki volume yang cukup untuk memasok bahan baku semurah pengusaha besar serta tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk mendapatkan harga terbaik dari penyedia layanan atau gudang.

Hal ini mendorong Zilingo untuk memperluas bisnis intinya menjadi lebih dari sekedar marketplace. Perusahaan ini segera mengembangkan sistem milik sendiri bagi para penjual fesyen untuk dapat terhubung dengan produsen di seluruh Asia, mendapatkan tarif pengadaan (procurement) terbaik, mendapatkan layanan logistik yang dioptimalkan, layanan keuangan, asuransi, pinjaman serta analitik.

Pada tahun 2018, Zilingo melihat pertumbuhan pendapatan secara eksponensial setelah berinvestasi dalam pembangunan kapabilitas B2B dan kemampuan rantai pasokannya dan menghadirkannya lewat platform Zilingo AsiaMall dan Z-Seller. 

Saat sebagian besar perusahaan dagang-el  lainnya tetap fokus pada transaksi B2C dan C2C, pendekatan yang dilakukan oleh Zilingo termasuk unik dan terpusat untuk menciptakan nilai tambah bagi para penjual fesyen.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top