Mencoba Private Mode untuk "Hilang" di Internet

Saat Anda selesai berselancar dan menutup jendela privat, semua jejak digital yang sempat tersimpan akan otomatis dihapus.
Gombang Nan Cengka | 12 Februari 2019 07:18 WIB
Mode Incognito pada peramban Chrome

Bisnis.com, JAKARTA — Secara umum, ketika kita menelusuri web, kita akan meninggalkan berbagai jejak yang disimpan oleh peramban ke dalam media penyimpanan di komputer atau ponsel. Jejak ini bisa berupa kuki (berkas kecil dari situs web), riwayat penelusuran, kata sandi, serta data sementara untuk mempercepat penjelajahan web. 

Semua jejak ini tentunya tidak masalah bila hanya Anda sendiri yang punya akses ke peranti atau peramban. Tetapi orang lain yang punya akses, baik legal maupun ilegal, juga bisa mengetahui atau bahkan mencuri data dari jejak digital yang disimpan oleh peramban.

Di sinilah mode privat bisa berguna. Ketika menggunakan mode privat, semua data dan jejak digital tersebut hanya akan disimpan saat Anda sedang membuka jendela peramban. Saat Anda selesai berselancar dan menutup jendela privat, semua jejak digital yang sempat tersimpan akan otomatis dihapus. Ini berbeda dengan mode biasa yang tetap akan menyimpan jejak, meskipun aplikasinya sendiri ditutup. 

Mode ini kadang disebut juga mode incognito. Pada umumnya ketika mengaktifkan mode ini, peramban akan membuka jendela baru. Anda bisa saja berselancar di jendela incognito ini sambil tetap menelusuri jagad web di jendela reguler.

Bila Anda belum mencobanya, mode privat ini bisa dibuka dengan menekan Ctrl + Shift +  P pada Mozilla Firefox dan Microsoft Edge,  Ctrl + Shift + N pada Google Chrome, dan Shift + Cmd + N pada Safari. Pada peramban mobile, mode serupa bisa diakses dari menu “New Incognito Tab” (Chrome), “New Private Tab” (Firefox).

Anda mungkin bertanya mengapa mode privat ini tidak menjadi mode bawaan peramban. Pada kenyataannya, fitur seperti riwayat penelusuran dan penyimpanan kata sandi bisa memudahkan pengguna. Penyimpanan kuki juga memungkinkan Anda untuk tidak lagi harus masuk log dan memasukkan kata sandi ketika membuka situs seperti layanan webmail atau media sosial.

Masih bisa dikuntit

Menghapus jejak digital di perangkat tidak berarti Anda benar-benar bebas dari penguntitan. Pihak lain masih mungkin mengetahui aktivitas Anda di internet, antara lain penyedia jasa internet (PJI), administrator jaringan, dan tentunya pengelola situs web yang Anda kunjungi. 

Untuk membantu agar penelusuran web jadi lebih anonim, Anda bisa menggunakan alat tambahan seperti Tor atau VPN.

Terlepas dari segala kekurangannya, Anda mungkin akan lebih suka untuk selalu menggunakan mode privat ketika berselancar. Pada ponsel Anda bisa menggunakan aplikasi Firefox Focus. Namun, lain ceritanya pada komputer pribadi.

Pada PC Anda harus mengatur agar  peramban selalu membuka  jendela privat ketika dijalankan pertama kali. Pada Chrome ini bisa dilakukan parameter “ -incognito” pada command line, sedangkan pada Firefox ini dilakukan dengan mengatur agar peramban tidak menyimpan riwayat penelusuran (“never remember history”). Safari bisa diatur agar  selalu membuka jendela privat ketika dibuka dari menu Preferences.

Tag : tips digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top